Opini
Tantangan UN 2012
SATU iklan layanan masyarakat yang dipasang oleh MPD Aceh dan SEDIA AusAID di halaman depan Serambi, Minggu (15/04/2012), dengan judul
Oleh Bustamam Ali
SATU iklan layanan masyarakat yang dipasang oleh MPD Aceh dan SEDIA AusAID di halaman depan Serambi, Minggu (15/04/2012), dengan judul “Ujian Nasional Bukan Momok” hendaknya bisa mendorong dan memicu semangat para siswa kita dalam mengikuti Ujian Nasional (UN) 2012, yang mulai digelar Senin (16/04/2012) ini. “Anakku... Ujian Nasional bukan hantu, bukan juga akhir segalanya untukmu. Ikuti ujian dengan jujur dan yakin, agar masa depanmu cerah dan terjamin...”
Beranjak dari kata nasihat, puitis dan penuh motivasi yang disuarakan oleh Majelis Pendidikan Daerah (MPD) Aceh itu, sudah siapkah para siswa kita di Aceh mengikuti dan menyukseskan Ujian Nasional (UN) yang kini mulai digelar? Sukses yang kita maksudkan di sini tidak lain adalah sukses pelaksanaan dan sukses hasil ujian yang berkualitas, jujur dan bermartabat. Kita tak ingin kisah kelam tahun sebelumnya terulang pada UN 2012 ini.
Pengalaman UN tahun lalu, misalnya, di mana para siswa SMA 3 Simeulue yang tak lulus seorang siswa pun, hendaknya menjadi pelajaran berharga bagi kita semua. Tidak hanya itu, setiap musim UN tiba, sering bermunculan pihak penawar jasa dengan dalih menjual lembaran jawaban yang bocor. Pada tahun sebelumnya sempat ada siswa yang terpancing dan akhirnya mereka gagal dalam UN. Padahal mereka belakangan dikenal sebagai siswa yang berprestasi di kelas.
Dan ada lagi pengalaman siswa yang tak lulus dalam UN karena hasil ujiannya error tak dapat terbaca komputer karena salah menggunakan alat tulis, serta data diri yang tidak valid. Ini di antara sejumlah kasus lainnya yang selalu muncul ketika pelaksanaan UN, karena itu setiap peserta UN perlu kepekaan, ketelitian dan menumbuhkan rasa percaya diri yang kuat.
Utamakan kejujuran
Kapala Dinas Pendidikan Aceh Drs Bakhtiar Ishak minta semua pihak untuk menyukseskan UN 2012 ini, di mana tindakan yang dapat merugikan pendidikan Aceh ke depan harus dicegah dan ditangkal. UN 2012 harus sukses dengan mengutamakan kejujuran. “Kalau siswa ingin hasilnya yang terbaik, tentu harus dengan persiapan belajar yang sungguh-sungguh. Bukan menunggu belas kasihan orang lain,” katanya menegaskan.
Meskipun secara umum hasil UN di Provinsi Aceh tahun 2011 membuahkan hasil cukup menggembirakan, karena terdapat siswa SMA Fajar Harapan meraih nilai terbaik tingkat nasional, sementara SMA Modal Bangsa rangking 5 besar nasional. Namun, kita ikut prihatin karena masih ada sekolah yang tak lulus siswa satu peserta pun (100 persen), yakni SMA 3 Simeulue sebagaimana kita singgung di atas tadi.
Untuk mencari akar masalahnya, Dinas pendidikan Aceh saat itu sempat menurunkan sebuah tim khusus ke sekolah di kepulauan tersebut, yang terdiri dari unsur DPRA, unsur Majelis Pendidikan Daerah (MPD) Aceh, unsur Dinas Pendidikan Aceh, pengawas pendidikan, dan unsur perguruan tinggi.
Dari hasil evaluasi tim, antara lain ditemui kinerja kepala sekolah yang kurang sinergis dengan staf dan dewan guru, jumlah guru mata pelajaran yang terbatas dan bahkan mata pelajaran tertentu harus dibantu oleh guru yang pendidikan tamatan SMA. Ternyata akibat dari itu membuahkan musibah bagi 26 siswa kelas III yang seluruhnya gagal dalam mengikuti UN.
Menjawab tantangan
Di bagian lain, kita juga berharap program sosialilasi UN yang telah dilakukan menjelang pelaksanaan UN dan program pemantauan pada saat ujian berlangsung di daerah atau sekolah, hendaknya dapat berfungsi dengan baik dalam memberikan berbagai informasi yang diperlukan terutama dalam pengisian data siswa dan penggunaan alat tulis menjadi salah salah satu alasan ketidaklulusan siswa, seperti yang terjadi beberapa tahun silam di Aceh.
UN yang merupakan salah satu upaya pemerintah dalam rangka memacu peningkatan mutu pendidikan, juga berfungsi untuk mengukur dan menilai pencapaian kompetensi lulusan dalam mata pelajaran tertentu. UN juga sebagai pemetaan mutu pendidikan di semua jenjang. Karena itu, Provinsi Aceh harus mampu menjawab tantangan tersebut dengan pelaksanaan UN yang berkualitas jujur dan bermartabat.
Sumber dari Disdik Aceh, UN 2012 untuk Provinsi Aceh dilakukan serentak di 23 Kabupaten/kota, untuk jenjang SMA, MA, SMK dan SMALB 16-19 April 2012, SMP, MTsN dan SMPLB 24-26 April 2012 dan Sekolah Dasar dan MI/MILB 7-9 Mei 2012. Tahun 2012 ini peserta UN di seluruh Provinsi Aceh sebanyak 251.926, meliputi SD/MI 100.515 peserta, SMP/MTsN 84.123 peserta, SMA/MA 57.284 peserta, dan SMK 10.804 peserta.
Sementara itu, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhammad Nuh meminta kepada semua pihak untuk menyukseskan UN 2012 ini. Secara tegas ia mengharapkan agar tidak memaksa hasil UN harus lulus 100 persen. “Biarlah Ujian Nasional berlangsung secara jujur sesuai aturan yang berlaku,” katanya kepada pers baru-baru ini.
Jangan dipaksakan
Menurut Mendikbud yang dikutip Kompas.com, memasang target lulusan boleh saja, tapi janganlah dipaksakan harus lulus 100 persen. Untuk mencapai target, pemerintah daerah jangan menghalalkan segala cara. “Biarlah ujian nasional berlangsung sesuai aturan yang ditetapkan, sehingga kualitasnya dapat dipertanggungjawabkan,” ujarnya.
Hasil lulusan 95 persen yang dicapai tahun lalu, kata Mendikbud, merupakan prestasi bersama yang tidak perlu dipaksakan mencapai hasil 100 persen. “Saat ini target lulusan bukanlah yang utama karena hasilnya sudah cukup baik, biarkan pelaksanaan UN berjalan alami,” tambahnya.
Di balik itu semua perlu diingat bahwa penyelenggaraan UN setiap tahunnya ada yang berbeda dalam pelaksanaan, misalnya jumlah paket soal dan tempat duduk peserta, tanpa ujian ulangan tapi susulan bagi terkena bencana alam atau musibah lainnya. Semua ini harus dipahami secara baik oleh penyelenggara UN di mana pun berada, termasuk yang berdomisili di kawasan terpencil dan terpencar.
Mengakhiri tulisan ini, saya kembali mengutip puisi motivasi iklan layanan masyarakat MPD Aceh: “Anakku... Kuhargai segala usahamu, yang kau rintis dengan peluh. Aku cukup bangga dengan kemampuanmu, yang kau raih tanpa ragu. Jangan takut, jangan bimbang, hadapi dan berjuanglah... doaku selalu untukmu...” Semoga!
* Drs. Bustaman Ali, M.Pd, Praktisi Pendidikan/Tenaga Pengajar Universitas Iskandarmuda (Unida) Banda Aceh.