Pilkada Gayo Lues
Irmawan Beberkan 'Dosa' Sang Rival
PERTEMUAN tim terpadu dari provinsi dengan parapihak yang terkait Pilkada Galus di Oproom Kantor Bupati Galus
Menurut informasi yang diterima Serambi dari Komisioner KIP Aceh, Yarwin Adidarma, dari tiga pasangan kandidat yang dihadirkan pada pertemuan itu, hanya satu kandidat, yaitu pasangan Irmawan/Yudi Chandra yang menunjukkan beberapa bukti pelanggaran yang dilakukan oleh salah satu pasangan lainnya. Irmawan melengkapi daftar ‘dosa’ sang rival dengan foto-foto dan beberapa dokumen tertulis.
Irmawan juga mengungkap ketidaknetralan KIP Galus dalam pilkada, keterlibatan pejabat (PNS) dalam berkampanye untuk mendukung salah satu pasangan, intimidasi, dan beberapa kasus pelanggaran/kecurangan lainnya.
Seperti diketahui, Pilkada Galus diikuti tiga pasangan cabup/cawabup, yaitu Karim Cukup/Nurhayati Sahali (nomor urut 1), Irmawan/Yudi Chandra (nomor urut 2), dan Ibnu Hasim/Adam SE (nomor urut 3).
Pasangan nomor urut 1 maju lewat jalur independen (perseorangan). Pasangan nomor urut 2 diusung PAN, PKS, PKB, PA, dan beberapa parpol nonkursi. Sedangkan pasangan nomor urut 3 (incumbent) diusung Golkar, PPP, Hanura, Kedaulatan, Demokrat, PPRN, PIS, PDP, PKP, dan beberapa parpol lainnya non-parlemen.
Ketika terjadi aksi demo pada Selasa-Rabu (10-11/4), demonstran secara gamblang menyuarakan berbagai kecurangan/pelanggaran yang dilakukan pasangan Ibnu Hasim/Adam selama proses pilkada di Galus.
Menurut demonstran, saat pencalonan dan kampanye, pasangan ini melibatkan pejabat eselon dan kepala dinas/badan. Bahkan, menurut demonstran, sejumlah kepala SMA diintimidasi agar mengarahkan siswa kelas III memilih pasangan Ibnu/Adam. Siswa yang tak memilih pasangan ini, terancam tak lulus ujian sekolah. Pasangan ini juga dituding oleh massa demonstran melakukan money politics yang diterima oleh beberapa orang.
Menanggapi berbagai tudingan tersebut, Ketua KIP Galus, Alfin Anhar, sebagaimana pernah diberitakan Serambi mengatakan, kalau merasa dizalimi, silakan berjuang untuk mendapatkan kebenaran dan keadilan. “Kami minta kepada kedua tim kandidat yang merasa dizalimi, silakan kumpulkan barang bukti pelanggaran sebanyak-banyaknya, sehingga memudahkan bagi panwas dan KIP untuk mengevaluasinya,” demikian tanggapan Ketua KIP Galus, beberapa hari lalu.(c40/nas)