Rabu, 10 Juni 2026

Anggota DPR-RI Kunjungi SMKN 2 Langsa

Anggota Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonsia (DPR-RI), Ir Muhammad Azhari SH MH, Kamis (10/5) mengunjungi

Tayang:
Editor: bakri
zoom-inlihat foto Anggota DPR-RI Kunjungi SMKN 2 Langsa
Anggota Komisi VI DPR-RI Ir Azhari SH MH meninjau ruang praktek siswa jurusan mesin SMK Negeri 2 langsa, Kamis (10/5). SERAMBI/ZUBIR
LANGSA – Anggota Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonsia (DPR-RI), Ir Muhammad Azhari SH MH, Kamis (10/5) mengunjungi SMK Negri 2 Langsa, untuk melihat operasional mesin pembuat es batangan. Mesin pembuat es ini merupakan bantuan Kementrian Perindustrian RI.

Muhammad Azhari mengatakan, bantuan mesin pembuatn es batangan itu untuk mendukung proses belajar atau praktek siswa jurusan Teknik Pendingin (TP) SMKN 2 Langsa. Mesin pembuat es batangan ini akan segera dioperasionalkan pihak sekolah dalam waktu dekat ini, dan kini masih menunggu proses serah terima barang dari pihak rekanan kepada pihak Kementerian Perindustrian dan Perdagangan Pusat.

Waka Humas SMK Negeri 2 Langsa, Rahimin, dalam kesempatan itu mengatakan, mesin pembuat es batangan ini secara teknis sudah dapat dioperasionalkan. Namun karena saat ini pihak sekolah masih menunggu proses serah terima. Sedangkan menyangkut hasil produksi, menurutnya pihak sekolah telah melakukan agenda kerjasama dengan nelayan dan usaha kecil menengah masyarakat lainnya, untuk suplai es batangan yang dihasilkan dari mesin Ice Plate tersebut.

Sementara itu, anggota DPR-RI, M Ali Yacob saat meninjau Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) di Gampong Tidiek, Kecamatan Mutiara, Pidie Kamis kemarin mengharapkan pemerintah tidak membangun saluran irigasi secara cilet-cilet. “Maksud saya, pemerintah tidak membangun irigasi tahun ini di kecamatan A sedikit, di kecamatan B sedikit. Sehingga kedua lokasi itu tidak sempurna,”ujarnya.

Menurutnya, jika pemerintah membangun saluran irigasi secara tuntas, maka tahun berikiutnya pemerintah bisa membangun infrastruktur lainnya.”Saya pikir program ini harus menjadi komitmen pemerintah daerah. Apalagi, petani di Pidie juga menanam padi dua kali dalam satu tahun. Jadi mereka memerlukan irigasi yang bagus,”kata M Ali didampingi anggota DPRK Pidie, Ir Iskandar Siddiq.

Di sisi lain, kata M Ali, saat ini adanya pogram Pemerintah Pusat dengan memberikan bantuan kepada kelompok tani. Setiap kelompok tani diberikan dana Rp 100 juta untuk modal usaha dengan sistem bergulir. “Di Pidie telah diberikan bantuan kepada 152 kelompok Gapoktan. Bagi kelompok Gapoktan yang belum menerima, saya akan memperjuangkan untuk mendapatkan bantuan tersebut. Tapi, saya tidak berjanji,” kata M Ali Yacob yang kini duduk di Komisi IV DPR-RI itu.(c42/naz)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved