Breaking News
Rabu, 10 Juni 2026

Warga Terusik Proyek PLTA

Pembangunan terowongan yang merupakan bagian dari proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Peusangan, Aceh Tengah

Tayang:
Editor: hasyim
zoom-inlihat foto Warga Terusik Proyek PLTA
TEROWONGAN BAWAH TANAH - Manager PLTA Peusangan I dan II, Edy Nirwan, bersama Ketua Komisi B, DPRK Aceh Tengah, Musa AB dan beberapa petugas dari Disperindagkop-ESDM setempat, mengunjungi proyek pembuatan terowongan PLTA Peusangan, di Kampung Remesen, Kecamatan Silih Nara, Kamis (31/1). Kunjungan itu dilakukan menyusul adanya keluhan dari warga di dekat area proyek yang merasa terganggu dengan adanya kegiatan peledakan di lokasi pembuatan terowongan. SERAMBI/MAHYADI

* Imbas Pengeboran Terowongan
* Satpam Dipukul

TAKENGON - Pembangunan terowongan yang merupakan bagian dari proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Peusangan, Aceh Tengah dilaporkan mulai mengusik kenyamanan warga di sekitar lokasi proyek. Warga mencemaskan dampak ledakan dan getaran. Seorang security (satpam) proyek sempat dipukul warga, saat peledakan beberapa malam lalu.

Seperti diketahui, perusahaan asal Korea Selatan, Hyundai Cooporation merupakan pemenang proyek PLTA Peusangan I dan II bersama dengan PT Pembangunan Perumahan (PT PP) dari Indonesia. Pembangunan PLTA Peusangan dibagi dua tahap, yakni unit 1 dan 2 yang terdiri empat lot (pekerjaan), yakni lot satu (civil work), lot dua (metal work), lot tiga (turbin generator), dan lot empat (transmition).

Kedua unit PLTA itu ditargetkan beroperasi secara komersial pada kuartal IV tahun 2015. Proyek yang didanai dari pinjaman Japan International Cooperation Agency (JICA) senilai 26,01 juta Yen Jepang (lebih kurang Rp Rp 2,96 triliun) tersebut akan meningkatkan keandalan pasokan listrik di wilayah Sumatera Utara dan Aceh melalui sistem 150 kilovolt (kV).

Dalam pelaksanaan proyek yang akan menghasilkan energi listrik berkapasitas masing-masing 2x22,5 MW dan 2x21,5 MW tersebut, kontraktor utama berbagi pekerjaan dengan beberapa perusahaan lain sesuai kebutuhan. Khusus untuk pekerjaan pengeboran terowongan, dipercayakan kepada perusahaan Haechang Development Co Ltd. Salah satu titik pekerjaan pengeboran terowongan yang sedang berlangsung saat ini adalah di Kampung Remesan, Kecamatan Silih Nara.

Proyek pengeboran terowongan itu sendiri dimulai pertengahan Desember 2011 ditandai peusijuek alat-alat berat di Kampung Remesen sebagai bentuk penghormatan terhadap adat istiadat masyarakat Aceh, khususnya suku Gayo.

“Meskipun sebagian besar tenaga kerja kami berasal dari Korea Selatan, namun selama berada di sini kami menghormati budaya lokal,” begitu penegasan Project Manager Haechang Development Co Ltd, Mr Soo Dong Oh pada prosesi peusijuek alat kerja, Jumat 16 Desember 2011.

 Mulai terusik
Dalam perjalanannya, ternyata warga Kampung Remesan yang rumah mereka berdekatan dengan lokasi proyek mengaku mulai terusik bahkan merasa ketakutan dengan aktivitas proyek, terutama saat peledakan yang disusul getaran.

“Beberapa hari lalu, dilakukan peledakan tengah malam, sekitar jam 12. Ledakan itu sangat mengganggu kami yang tinggal di sini,” lapor Amiruddin Aman Yus, seorang warga Dusun Barat, Kampung Remesen ketika bertemu Ketua Komisi B DPRK Aceh Tengah, Musa AB yang turun ke Kampung Remesan, Kamis (31/5).

Ketua Komisi B DPRK bersama Kabid Pertambangan Disperindagkop ESDM Aceh Tengah, Zulfan Diara Gayo turun ke Remesan menindaklanjuti surat dari Lembaga Advokasi dan Bantuan Hukum (LABH-GRASI) tentang adanya dampak negatif terhadap masyarakat dari aktivitas proyek terowongan PLTA Peusangan.

“Beberapa warga yang tinggal dekat lokasi pembangunan terowongan semakin tidak nyaman bahkan mulai cemas. Beberapa rumah mulai retak-retak diduga akibat getaran ledakan,” ungkap Amiruddin Aman Yus kepada Ketua Komisi B DPRK Aceh Tengah yang ikut didengarkan oleh Manajer PLTA Peusangan, Edy Nirwan dan pihak kontraktor pembangunan terowongan dari Haechang Co Ltd.

Warga di sekitar lokasi proyek menawarkan solusi agar mereka dipindahkan saja ke tempat yang lebih aman. “Kami semakin takut, bisa-bisa lereng bukit di belakang rumah kami runtuh akibat ledakan dan menimbun rumah kami,” lanjut Amiruddin Aman Yus.

 Satpam dipukul
Informasi lain yang diterima Serambi menyebutkan, beberapa hari lalu seorang security pada proyek terowongan sempat dihajar warga Kampung Remesen. Pemukulan itu terjadi lantaran warga kesal sehubugan aktivitas peledakan yang dilakukan tengah malam.

Warga yang kaget dengan suara ledakan itu langsung mendatangi lokasi proyek sehingga berbuntut pada terjadinya aksi pemukulan terhadap seorang satpam. “Yang memukul satpam proyek sempat ditahan di Mapolsek Silih Nara, tetapi kabarnya sudah dilepaskan lagi,” kata seorang warga Remesan yang minta namanya tidak ditulis.(c35)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved