Nelayan tak Melaut, Stok Ikan Terbatas
Angin kencang yang disertai hujan deras masih mengguyur Kota Banda Aceh dan Aceh Besar
BANDA ACEH - Angin kencang yang disertai hujan deras masih mengguyur Kota Banda Aceh dan Aceh Besar, sekitar pukul 14.00 WIB, Jumat (8/6) kemarin. Angin kencang dan gelombang tinggi dalam dua pekan terakhir membuat sebagian besar nelayan di Banda Aceh dan Aceh Besar tidak melaut. Akibatnya pasokan ikan di wilayah itu terbatas.
Sementara itu, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) kembali mengingatkan, hujan disertai angin kencang masih terus terjadi di wilayah pesisir barat hingga selatan Aceh.
“BMKG mengimbau masyarakat Sabang, Banda Aceh, dan pesisir Barat Aceh, tetap berhati-hati menjalankan aktivitasnya, terutama nelayan. Sebab, tinggi gelombang diperairan Aceh berpotensi mencapai 5 meter,” kata Prakirawan BMKG Blang Bintang, Jaya Martuah Sinaga, Jumat (8/6).
Menurut dia, hingga beberapa hari ke depan, ketinggian angin berada 3000 feet bertiup dari Barat Daya dengan Kecepatan 10-40 km/jam. Namun, kondisi perairan Aceh, masih berpotensi mengancam keselamatan pelayaran, khususnya kapal ukuran kecil dan sedang, termasuk nelayan. Tinggi gelombang di perairan Sabang berkisar 2 sampai 5 meter.(awi)
Pedagang Ikan Keliling Sepi
SEJAK angin kencang disertai hujan deras mengguyur Kota Banda Aceh, pedagang ikan keliling jarang terlihat di kawasan Meuraxa dan Ulee Lheue. Menurut pengakukan sejumlah ibu rumah tangga di kawasan tersebut, kemungkinan pedagang tersebut tidak banyak mendapat ikan dari nelayan.
Mengatasi hal ini, sebagian ibu rumah tangga tersebut mengaku hanya bisa menyediakan menu telur ayam dan ikan asin untuk kebutuhan keluarganya.(*)