Abrasi Gerus Pantai Kluet Utara
Selasa, 12 Juni 2012 08:39 WIB
Berita Terkait
- Bahu Jalan USAID Ambruk
- BPBD Agara Normalkan Sungai Alas
- Abrasi Sungai Alas Meluas
- Segera Tanggulangi Abrasi Pasie Kuala Ba'u
- Kebun Warga Amblas ke Sungai
- Abrasi Pasi Aron Semakin Mengkhawatirkan
- 77 KK Warga Kuala Ba'u Diungsikan
- Abrasi Pantai Kluet Utara dan Bakongan Mengganas
- Abrasi Pantai Jangka Meluas
- Abrasi Ancam Kantor Bupati Singkil
TAPAKTUAN - Gelombang pasang yang terjadi sejak sebulan terahir telah menyebabkan pantai di Desa Pasie Kuala Ba’u, Kecamatan Kluet Utara, Kabupaten Aceh Selatan, tergerus abrasi. Sebagian tebing pantai yang dulunya dibentengi gunungan pasir, kini habis terkikis oleh ombak ganas yang ketinggiannya diperkirakan mencapai 5 meter di saat musim barat laut.
Zaiton Ludny, salah seorang tokoh masyarakat Kluet Utara, kepada Serambi, Sabtu (9/6) menuturkan, sejak sebulan terakhir, sebagian warga pesisir pantai Desa Pasie Kuala Ba’u merasa resah, dikarenakan sebagian pesisir pantai yang dulunya ada tebing alami yang membentengi masuknya air laut dan menghambat kencangnya angin badai, kini habis terkikis oleh ombak ganas yang ketinggiannya diperkirakan mencapai 5 meter di saat musim barat laut.
Ia mengatakan, keganasan ombak tersebut telah mengikis tebing sejauh 20 meter dari dasar air laut yang semula. Panjang abrasi tersebut diperkirakan lebih kurang satu kilometer. Bibir pantai yang sebelumnya bekisar 50 meter dari pemukiman penduduk kini hanya sekitar 20 meter lagi.
“Bahkan Pondok Pasantren Nahrussaadah Desa Pasie Kuala Ba’u pun saat ini keberadaannya cukup dekat dengan pantai. Akibat abrasi ini, sebanyak 50 batang pohon kelapa juga ikut terseret ke laut,” kata Zaiton Ludny.
Wakil Ketua DPRK Aceh Selatan, Khaidir Amin SE, yang dikonfirmasi Serambi membenarkan bahwa kondisi pengikisan bibir pantai di awasan pesisir pantai Desa Pasie Kuala Ba’u saat ini semakin parah. Dia berharap kepada Pemerintah Aceh melalui dinas terkait bisa segera menindaklanjuti persoalan tersebut dengan dana tanggap darurat mengingat ancaman abrasi tersebut sudah sangat mengancam perumahan penduduk dan salah satu pondok pesantren di daerah itu.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Selatan, Drs Masdi MM yang dikonfirmasi Serambi secara terpisah mengaku persoalan tersebut belum masuk dalam program tahun ini, namun demikian dia akan berusaha mengusulkannya ketika tim Balai PU Wilayah Sumatera turun ke Aceh Selatan dalam waktu dekat.
“Saya belum turun ke sana, namun demikian Insya Allah kami akan membawa tim Balai PU Sumatera ke sana untuk meninjau lokasi tersebut, kemungkinan tim itu akan datang ke Aceh Selatan dalam bulan ini,” papar Masdi.(tz)
Zaiton Ludny, salah seorang tokoh masyarakat Kluet Utara, kepada Serambi, Sabtu (9/6) menuturkan, sejak sebulan terakhir, sebagian warga pesisir pantai Desa Pasie Kuala Ba’u merasa resah, dikarenakan sebagian pesisir pantai yang dulunya ada tebing alami yang membentengi masuknya air laut dan menghambat kencangnya angin badai, kini habis terkikis oleh ombak ganas yang ketinggiannya diperkirakan mencapai 5 meter di saat musim barat laut.
Ia mengatakan, keganasan ombak tersebut telah mengikis tebing sejauh 20 meter dari dasar air laut yang semula. Panjang abrasi tersebut diperkirakan lebih kurang satu kilometer. Bibir pantai yang sebelumnya bekisar 50 meter dari pemukiman penduduk kini hanya sekitar 20 meter lagi.
“Bahkan Pondok Pasantren Nahrussaadah Desa Pasie Kuala Ba’u pun saat ini keberadaannya cukup dekat dengan pantai. Akibat abrasi ini, sebanyak 50 batang pohon kelapa juga ikut terseret ke laut,” kata Zaiton Ludny.
Wakil Ketua DPRK Aceh Selatan, Khaidir Amin SE, yang dikonfirmasi Serambi membenarkan bahwa kondisi pengikisan bibir pantai di awasan pesisir pantai Desa Pasie Kuala Ba’u saat ini semakin parah. Dia berharap kepada Pemerintah Aceh melalui dinas terkait bisa segera menindaklanjuti persoalan tersebut dengan dana tanggap darurat mengingat ancaman abrasi tersebut sudah sangat mengancam perumahan penduduk dan salah satu pondok pesantren di daerah itu.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Selatan, Drs Masdi MM yang dikonfirmasi Serambi secara terpisah mengaku persoalan tersebut belum masuk dalam program tahun ini, namun demikian dia akan berusaha mengusulkannya ketika tim Balai PU Wilayah Sumatera turun ke Aceh Selatan dalam waktu dekat.
“Saya belum turun ke sana, namun demikian Insya Allah kami akan membawa tim Balai PU Sumatera ke sana untuk meninjau lokasi tersebut, kemungkinan tim itu akan datang ke Aceh Selatan dalam bulan ini,” papar Masdi.(tz)
Editor : bakri
