RSUD Abdya Rawat 8 Penderita Malaria
Penderita malaria di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) terus bertambah
Kepala Bidang Pelayanan Medis (Kabid Yanmed) RSUD Abdya, dr Munawar, kepada Serambi, Senin (25/6) mengatakan, jumlah penderita malaria yang dirawat diumah sakit kini terus bertambah. Sebelumnya hanya empat orang, kini bertambah menjadi delapan orang. (lihat: penderita malaria)
Dari delapan penderita itu, satu di antaranya sudah meninggal dunia, yakni Syamsuar (45) warga Desa Bineh Krueng, Tangan-tangan. Korban meninggal Rabu (20/6) malam setelah beberapa saat tiba di ruang dengan diagnosa malaria sereblar. “Menurut hasil pemeriksaan darah yang dilakukan melalui laborium, semua penderita dinyatakan positif terjangkit malaria,” kata dr Munawar.(az)
* tanggapan kadiskes
Tertular saat Bekerja
KADIS Kesehatan (Dinkes) Abdya, H Khadri SH didampingi Kasie Pelayanan dan Imunasi, Iswadi SKm MKes, mengatakan, pihaknya sudah menurunkan tim ke RSUD untuk melakukan pengecekan kebenaran laporan tentang penderita malaria. “Benar ada beberapa penderita malaria yang menjalani perawatan di rumah sakit,” katanya.
Menurutnya, sesuai hasil investigasi yang dilakukan pihaknya di RSUD Abdya itu, ternyata kasus malaria yang menyerang warga Abdya itu bukan kasus lokal, melainkan kasus malaria impor dari luar. “Mereka rata-rata tertular malaria ketika bekerja sebagai buruh tambang di Krueng Sabe, Aceh Jaya dan Sawang Aceh Selatan,” katanya.(az)
penderita malaria
* Syamsuar (45) warga Desa Bineh Krueng, Kecamatan Tangan-Tangan
* Safruddin (22) warga Desa Rambong, Kecamatan Setia
* M Nahar (36) warga Desa Cot Mancang, Kecamatan Susoh (sudah pulang)
* Musliadi (27) warga Desa Suaq Lokan, Labuhan Haji Barat, Aceh Selatan (masih dirawat)
* Syahril Kamal (42) warga Desa Ie Lhob, Kecamatan Tangan-Tangan
* Irwan (22) warga Desa Kuta Tinggi, Kecamatan Blangpidie (masih dirawat)
* Zainal Abidin (27) warga Desa Alue Peunawa, Kecamatan Babahrot (masih dirawat)
* Syamsul (20) warga Desa Alue Peunawa, Kecamatan Babahrot (masih dirawat)