“Kapolda Bohongi Publik”
Jumat, 29 Juni 2012 14:23 WIB
Berita Terkait
- Selebaran 'Gelap' jelang Pelantikan Sekda Aceh Tamiang
- MN Irwandi Tantang 100 Pecatur Gayo
- Polisi Dalami Kasus Pemukulan Teungku
- Gubernur: Wujudkan Seluruh Janji
- Senin, Gubernur Lantik Bupati Aceh Selatan
- DPRA Godok Raqan KKR
- Polisi Tangkap Pemukul Abu Razak
- Demo Tolak Qanun Bendera Berakhir Ricuh
- Gayo Merdeka tolak Bendera Aceh
- Mendagri Larang Penyertaan Modal untuk BUMD tak Ber-PAD
Penjelasan Kapolda Aceh, Irjen Pol Iskandar Hasan bahwa pelaku pemukulan Irwandi Yusuf adalah masyarakat biasa dan tidak ada hubungannya dengan organisasi apa pun, merupakan pembohongan publik. Di hari pelantikan saat pemukulan itu terjadi, tidak mungkin masyarakat biasa masuk ke halaman Gedung DPRA, karena yang bisa masuk hanyalah mereka yang mempunyai surat undangan saja.
Di hari itu, banyak warga biasa yang hanya bisa berdiri di luar pagar, tak bisa masuk karena tak punya undangan. Korban dan siapa pun dapat melihat dengan jelas bahwa pelaku pemukulan berpakaian Satgas PA. Sedangkan Jubir PA dan KPA saja sudah mengakui bahwa pelakunya adalah oknum Satgas PA. Jadi, pembohongan oleh Polda Aceh sangat tidak berkualitas.
Selain itu, perlu dipertanyakan juga kepada Polda Aceh tentang standard operating procedure (SOP) pengamanan, kenapa Satgas PA yang melakukan pengamanan di halaman DPRA. Saya juga menilai polisi belum mampu memberi rasa aman kepada masyarakat. Buktinya, jangankan kepada rakyat biasa, kepada mantan pejabat saja tidak mampu. Hal ini juga dibuktikan dengan tingginya eskalasi kekerasan akhir-akhir ini.
* Thamren Ananda, mantan Jubir Timses Seuramoe Irwandi. (sal)
Tak Perlu Ditanggapi
SEJAK awal kita sudah menyerahkan kasus ini ditangani oleh Polda Aceh. Jadi, apa pun hasil penyelidikan atau penyidikan polisi, ya kita terima. Biarkan saja jika ada yang tak mau terima. Karena itu, kami juga tak perlu menanggapi propaganda murahan, apalagi di luar keterangan resmi polisi.
* Fachrul Razi, Jubir Partai Aceh. (sal)
Di hari itu, banyak warga biasa yang hanya bisa berdiri di luar pagar, tak bisa masuk karena tak punya undangan. Korban dan siapa pun dapat melihat dengan jelas bahwa pelaku pemukulan berpakaian Satgas PA. Sedangkan Jubir PA dan KPA saja sudah mengakui bahwa pelakunya adalah oknum Satgas PA. Jadi, pembohongan oleh Polda Aceh sangat tidak berkualitas.
Selain itu, perlu dipertanyakan juga kepada Polda Aceh tentang standard operating procedure (SOP) pengamanan, kenapa Satgas PA yang melakukan pengamanan di halaman DPRA. Saya juga menilai polisi belum mampu memberi rasa aman kepada masyarakat. Buktinya, jangankan kepada rakyat biasa, kepada mantan pejabat saja tidak mampu. Hal ini juga dibuktikan dengan tingginya eskalasi kekerasan akhir-akhir ini.
* Thamren Ananda, mantan Jubir Timses Seuramoe Irwandi. (sal)
Tak Perlu Ditanggapi
SEJAK awal kita sudah menyerahkan kasus ini ditangani oleh Polda Aceh. Jadi, apa pun hasil penyelidikan atau penyidikan polisi, ya kita terima. Biarkan saja jika ada yang tak mau terima. Karena itu, kami juga tak perlu menanggapi propaganda murahan, apalagi di luar keterangan resmi polisi.
* Fachrul Razi, Jubir Partai Aceh. (sal)
Editor : hasyim
