Mandor dan Perampok Rebutan AK
Insiden perampokan bersenjata kembali terjadi di wilayah pedalaman Aceh Utara. Pada, Sabtu (7/7) sekitar pukul 20.00 WIB
Informasi dihimpun Serambi, insiden ini terjadi saat korban sedang berada di barak kebun sawit kawasan Grub 4 Desa Sido Mulio, Kecamatan Kuta Makmur, Aceh Utara. Sebelum dibacok perampok, korban melakukan aksi nekat dengan merampas senjata diperkirakan jenis AK 47 yang ditodongkan ke arahnya. Melalui kejadian yang cukup dramatis, para pelaku gagal merampas uang dari M Yusuf yang jumlahnya mencapai Rp 20 juta.
Kapolres Lhokseumawe AKBP Kukuh Santoso, melalui Kapolsek Kuta Makmur Ipda Syafaruddin B, menjelaskan, saat kejadian, M Yusuf baru saja tiba di barak para pekerja PT Kana. Ia membawa uang sekitar 20 juta untuk membayar gaji para buruh kebun, Minggu (8/7) pagi ini.
Saat sedang duduk di depan barak, kata Kapolsek Syafaruddin, dua pria bersebo mendatangi M Yusuf yang merupakan warga setempat. Satu dari dua pria itu, langsung menodongkan senjata api jenis AK ke arahnya. Namun todongan itu tak membuat nyali M Yusuf ciut, malah dengan nekat mencoba merampas senjata pelaku sehingga terjadi aksi saling rebut senjata.
Di saat-saat genting itu, AK yang masih berada di tangan perampok menyalak dan memuntahkan satu peluru ke udara. Melihat keadaan yang kurang menguntungkan, kawan pelaku yang membawa parang langsung mengayunkan parang ke arah kepala M Yusuf hingga ia roboh ke tanah.
Ledakan senjata itu membuat warga barak keluar untuk melihat apa yang terjadi di luar. Kondisi ini membuat kedua pelaku kecut dan kabur ke arah perkebunan. Mereka gagal merampas uang dari korban M Yusuf yang sudah roboh di tanah.
Saat itu juga, warga mengevakuasi korban ke Puskemas Kuta Makmur. Berdasarkan hasil penanganan medis, kepala korban mengalami luka panjang lima centimeter dengan dalam satu centimeter, hingga harus dijahit sebanyak lima jahitan. “Kini perkaranya masih terus kita kembangkan, termasuk memburu pelaku,” demikian Kapolsek Kuta Makmur.(bah)