Rabu, 10 Juni 2026

Muspida: Usut Kasus Santet

Muspida plus Bireuen sepakat masalah isu santet yang kerap menimbulkan korban dari kalangan orang yang 'divonis' sebagai pelakunya

Tayang:
Editor: bakri
BIREUEN - Muspida plus Bireuen sepakat masalah isu santet yang kerap menimbulkan korban dari kalangan orang yang ‘divonis’ sebagai pelakunya harus diusut tuntas. Muspida juga berharap siapa saja yang terlibat dalam amuk massa terhadap orang yang diisukan sebagai dusun santet harus diproses sesuai hukum yang berlaku.

Demikian antara lain kesepakatan yang dicapai dalam rapat Muspida Plus Bireuen di pendopo bupati setempa, Selasa (31/7). Rapat itu dihadiri Kapolres, Dandim 0111/Bireuen, Kajari Bireuen, Mahkamah Syariah, Ketua MPU, dan sejumlah pejabat lainnya.

“Masalah dukun santet dan berbagai kejadian lain yang terkait isu perbedaan agama akan ditangani bersama oleh Muspida plus menurut bidang masing-masing,” ujar Asisten I Setdakab Bireuen, Drs Murdani kepada Serambi, usai rapat itu, kemarin.

Pemkab Bireuen, kata Murdani, akan berkoordinasi dengan para camat dalam hal penanganan isu dukun santet serta melakukan langkah yang sama dengan aparat penegak hukum dalam hal penanganan kasus yang terjadi.

Ditambahkan, dalam rapat itu juga dibahas temuan sejumlah buku yang isinya diduga menyesatkan di Kecamatan Simpang Mamplam, Bireuen. “Tentang temuan buku di Simpang Mamplam, camat diharapkan berperan aktif memberi informasi kepada masyarakat, jangan sampai masyarakat bertindak negatif,” kata Murdani.(yus)

Rumah Dibakar, Korban Dianiaya
MENURUT data yang dihimpun Serambi, sejak setahun terakhir isu dukun santet di Bireuen telah banyak menelan korban. Dampak yang diterima orang yang dituduh sebagai dukun santet antara lain rumahnya dibakar hingga penganiayaan terhadap korban hingga akhirnya meninggal dunia.

Sebagai contoh, pada Februari 2012, seorang warga Cot Batee Timoh, Kecamatan Kuala, Bireuen dan Mukhtar, warga Geudong-geudong, Kota Juang pada Juni lalu harus rela rumahnya dibakar karena keduanya dituduh sebagai dukun santet. Bahkan, ekses dari kejadian tersebut Mukhtar bersama istri dan seorang anaknya hingga kemarin terpaksa tinggal di Mushalla Mapolres Bireuen, karena tidak berani kembali lagi ke desanya.

Kasus terakhir adalah Ahmad Johan/Maimunah, pasangan suami istri berusia lanjut warga Desa Cot Saleut, Peusangan Siblah Krueng meninggal dunia setelah dianiaya puluhan orang. Penyebabnya juga sama, pasangan itu dituduh sebagai dukun santet.(yus)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved