Dana Jamkesmas Tunggu Pengesahan APBK-P
Dana Jamkesmas (jaminan kesehatan masyarakat) dan dana Jampersal (Jaminan Persalinan) tahap-I (Januari-Maret 2012) berjumlah Rp 600 juta
Kepala Dinkes Abdya, H Khadry A SH MM, dihubungi Serambi, Kamis (2/8) menjelaskan, pihaknya telah menghadap Pj Bupati terkait desakan pencairan dana Jamkesmas. Pj Bupati Azhari Hasan mengarahkan pencairan dana Jamkesmas tersebut harus sesuai aturan, yaitu sesuai dengan mekanisme daerah.
Sesuai mekanisme daerah, kata Khadry, dana Jamkesmas dan Jampersal yang sudah masuk dari pusat sebesar Rp 600 juta tersebut harus masuk dalam APBK 2012. Masalah kemudiabn muncul, karena dana tersebut masuk ke dalam rekening pihak pengelola Jamkesmas pada April lalu, sementara APBK murni sudah disahkan DPRK pada Februari 2012.
Artinya, dana Jamkesmas dan dana Jampersal terlambat masuk sehingga tidak bisa lagi dimaksukkan dalam APBK murni 2012, melainkan dimasukkan ke dalam APBK-Perubahan 2012. “Pencairan dana tersebut pun baru dapat dilakukan setelah APBK-P mendapat pengesahan Dewan,” jelas Khadry A.
Namun, Khadry A menjelaskan segera duduk dengan Sekdakab Abdya, Yufrizal S Umar setelah pulang dari luar daerah untuk membicarakan tentang kemungkinan ada celah, dana Jamkesmas tersebut bisa dicairkan sebelum pengesahan APBK-P 2012.
“Kalau ada aturannya, maka kita coba tempuh mekanisme yang telah diatur seperti apa. Jika tidak, maka harus ditunggu setelah pengesahan ABPK-P,” tambah Kadinkes Abdya itu.
Berdasarkan informasi diperoleh Serambi, Pemkab Abdya hingga saat ini belum mengajukan Rencana APBK-P 2012 ke DPRK, karena masih disusun di tingkat masing-masing SKPD sehingga masih perlu waktu beberapa bulan lagi baru jamkesmas dapat dicairkan.
Seperti diberitakan, dana Jamkesmas untuk 13 Puskesmas di Kabupaten Abdya tidak dicairkan selama enam bulan terakhir, Januari-Juni 2012 atau selama dua tahap, meski pun dana bersumber dari APBN itu untuk tahap pertama sudah masuk ke rekening bank pihak Pengelola Jamkesmas pada Dinas Kesehatan (Disnkes) setempat sejak April 2012.
Dampaknya, 13 kepala Puskesmas di Kabupaten Abdya mengaku terpaksa mengutang pada pihak ketiga, terutama untuk kebutuhan sangat mendesak. Seperti pembelian ATK, Bahan Habis Pakai (BHP) dan anggaran operasional di Puskesmas. Sementara jasa pelayanan para medis sudah enam bulan tak dibayar.
Menghadapi situasi sulit tersebut, terutama terakait dengan dana operasional Puskesmas selama enam bulan terakhir, malahan sudah memasuki bulan ketujuh (Juli 2012), belasan kepala Puskesmas, Jumat (27/7) siang lalu, mendatangi Pj Bupati Abdya, Azhari Hasan SE MSi, untuk meminta agar dana yang sudah masuk ke rekening Pengelola Jamkesmas tersebut dapat segera dicairkan.(nun)