Breaking News
Rabu, 10 Juni 2026

Polisi Tangkap Pengganda Uang

Personel Polsek Baiturrahman, Banda Aceh, berhasil membongkar sekaligus meringkus dua penipu yang mengaku mampu

Tayang:
Editor: bakri
* Setelah Raup Ratusan Juta Rupiah

BANDA ACEH - Personel Polsek Baiturrahman, Banda Aceh, berhasil membongkar sekaligus meringkus dua penipu yang mengaku mampu menggandakan uang melalui bank gaib. Pelaku menjanjikan kepada para korbannya dapat melipatgandakan uang 10 kali lipat dari jumlah yang diserahkan kepada mereka. Tapi nyatanya, semua itu hanyalah bualan dan tipu daya belaka.

Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Moffan MK SH melalui Kapolsek Baiturrahman, AKP Abdul Muthalib SE MM mengatakan kepada Serambi, Kamis (9/8), cara Aris Kurniawan alias Raja Ubit alias Nyak Kamaruzzaman (34), warga Geumpang, Kabupaten Pidie, itu menipu dengan dalih mampu menggandakan uang, cukup membuat yakin para korbannya.

Tipuan itu dia lakukan dengan cara membungkus uang pakai kain kafan, lalu dimasukkan ke dalam sebuah peti dan baru bisa dibuka pada waktu tertentu.

Cara ini dilakoni pelaku terhadap sejumlah korban, namun baru dua orang yang melapor ke Polsek Baiturrahman. Mereka adalah Faisal (34) warga Lhoknga, Aceh Besar, yang melapor tanggal 18 Juni 2012. Korban berikutnya yang melapor adalah Lulu (32), warga Darussalam, Banda Aceh. “Faisal tertipu Rp 130 juta, sementara Lulu kehilangan uangnya Rp 30 juta,” sebut Kapolsek Baiturahman, Abdul Muthaleb.

Atas dasar pengaduan itu, polisi bergerak mengincar pelaku yang memiliki banyak nama samaran (alias). Akhirnya, satu dari tiga pelaku, yakni Aris Kurniawan, berhasil ditangkap di kawasan Rumah Sakit Bulan Sabit Lamlagang, Banda Aceh, pada 28 Juli 2012.

Dalam aksinya, pelaku yang juga memiliki nama Herman Suryanto itu, dibantu dua rekannya, yakni seorang dokter bernama dr T Musalli (44), warga Cot Lheue Rheung, Kecamatan Trienggadeng, Pidie Jaya, dan Jamaluddin (33), asal Peudawa, Aceh Timur.

“Peran keduanya sebagai pembantu untuk mempermulus aksi yang dilakoni Aris, sebagai pelaku utama. Jadi, dr T Musalli dan Jamaluddin, memperkenalkan setiap korbannya kepada Aris. Selanjutnya dr T Musalli dan Jamaluddin baru memainkan perannya,” ungkap Abdul Muthalib.

Menurut Kapolsek Baiturrahman, modus yang dilancarkan pelaku, diawali dari ajakan dr T Musalli dan Jamaluddin yang khusus mencari calon korban, terutama rekan-rekan mereka yang banyak uang.

Kedua pelaku mengaku telah berhasil memperoleh untung dari penggandaan uang yang bersumber dari bank gaib melalui Aris Kurniawan yang merupakan “orang pintar”.

Penasaran dengan “promosi” dan keberhasilan yang diraup kedua pelaku itu, banyak korban yang tergerak untuk bisa mengenal Aris. “Agar korban tidak menaruh curiga, Aris awalnya hanya mengiming-imingi cara mendatangkan uang. Modus itu seperti menunjukkan isi dompetnya yang kosong, tiba-tiba terisi uang. Padahal, pelaku sudah mempersiapkan uang itu sebelumnya. Uang itu diisi dalam dompet begitu ada kesempatan, selanjutnya ditunjukkan kepada korban bahwa dompet itu sudah terisi uang. Bahkan hal tersebut diperlihatkan berulang kali, sehingga para korbannya makin yakin,” sebut Abdul Muthaleb.

Setelah meyakini korbannya teperdaya dan pasti akan menghubungi dirinya, sehingga Aris dibantu oleh T Musalli dan Jamaluddin, baru merancang skenarionya. Jadi, setelah memastikan Aris akan diminta datang oleh calon korbannya ke rumah mereka, lalu dr T Musalli dan Jamaluddin menghubungi Aris via hp. “Dalam pembicaraan itu kedua rekannya itu seolah-olah menjadi orang lain yang menyebutkan bahwa mereka telah mendapatkan uang hasil penggandaan dari bank gaib seperti yang dijanjikan. Supaya calon korban itu lebih yakin, Aris pun menghidupkan speaker hp-nya agar bisa didengar langsung oleh para korban,” ujar Abdul Muthalib.

Merasa yakin ada di antara korbannya teperdaya dengan aksi tersebut, selanjutnya Aris menjelaskan syarat dan ketentuan penggandaan uang 10 kali lipat dari bank gaib. Di antara syarat dimaksud, adalah harus disediakan peti kayu, kain kafan, dan minyak vycaris (si nyong-nyong). (mir)

Seperti Dikendalikan Pelaku
Saat saya dan Faisal berhadapan dengan Aris Kurniawan, kami seperti di bawah kendali pelaku. Berapa pun uang yang diminta, kami berusaha menyanggupinya. Kami merasa seperti dihipnotis. Padahal, dalam hati tergerak untuk memberontak, bahkan kami seperti sadar Aris itu sedang menipu. Tapi begitu ketemu dia, rasa marah hilang seketika.
* Lulu, korban penipuan penggandaan uang. (mir)

Tak Ada Ilmu
Dalam menggandakan uang tersebut, saya tidak memiliki ilmu apa-apa. Saya terbantu oleh sejumlah rekan saya. Mereka mungkin yakin setelah rekan saya dr T Musalli yang masih belum tertangkap sampai saat ini menelpon saya. Ditambah lagi oleh telepon dari Jamaluddin yang seolah-olah mengatakan bahwa dia sudah mendapatkan hasil dari penggandaan uang.
* Aris Kurniawan,
tersangka utama kasus penggandaan uang. (mir)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved