Bom Karbit Tetap Menyalak di Gampong Aree
Kamis, 16 Agustus 2012 20:07 WIB

Peralatan bom karbit dijejerkan didepan pasar Garot, Kecamatan Indrajaya, Kabupaten Pidie, foto direkam awal pekan lalu | SERAMBINEWS.COM/ZAINAL ARIFIN
Laporan : Zainal Arifin | Pidie
SERAMBINEWS.COM, SIGLI – Kesepakatan warga Desa Ulee Tutue Gampong Aree untuk tidak meledakkan bom karbit pada malam perayaan Idul Fitri tahun ini, ternyata tidak berjalan mulus.
Diperoleh informasi, dalam dua hari terakhir, sejumlah pemuda desa setempat malah sudah membangun setidaknya tujuh wadah untuk meledakkan meriam karbit di tujuh titik.
Diperoleh informasi, dalam dua hari terakhir, sejumlah pemuda desa setempat malah sudah membangun setidaknya tujuh wadah untuk meledakkan meriam karbit di tujuh titik.
Beberapa warga Ulee Tutue kepada Serambinews.com Kamis (16/08/201) mengatakan, setelah melalui perdebatan yang cukup alot, masyarakat Ulee Tutue akhirnya memberikan toleransi kepada kelompok pemuda Ulee Tutue dan Meunasah Raya Gampong Aree, untuk melibatkan bom karbit dalam kegiatan perang meriam bambu, pada malam kedua Lebaran Idul Fitri tahun ini.
Sebelumnya, dalam rapat yang digelar seminggu sebelum puasa, masyarakat Ulee Tutue sepakat untuk meniadakan aksi peledakan bom karbit dalam kegiatan perang meriam bambu tahun ini.
Sebuah sumber mengatakan, keputusan untuk memberikan toleransi peledakan bom karbit tahun ini diputuskan dalam sebuah rapat kecil yang melibatkan beberapa tokoh dan pemuda Ulee Tutue Raya. Dengan pertimbangan karena sejumlah pemuda telah mempersiapkan segala kebutuhan untuk pembakaran bom karbit.
“Meski banyak masyarakat yang menolak, tapi keputusan ini kami ambil untuk tetap menjaga kekompakan gampong dan ini adalah tahun terakhir adanya bom karbit dalam kegiatan di malam hari raya. Isya Allah tahun depan semua komit tidak ada lagi peledakan bom karbit, karena mudharatnya lebih besar,” ungkap seorang tokoh Ulee Tutue.
Ketua Pemuda Ulee Tutue, Antoni Sulaiman yang dihubungi terpisah enggan mengomentari persoalan tersebut. Namun, dia mengakui adanya rapat kecil yang mellibatkan beberapa tokoh dan pemuda setempat. “Saya tidak ikut dalam rapat tersebut, jadi tidak tahu pasti bagaimana kesepakatannya,” kata Antoni.
Warga disejumlah desa dalam Kecamatan Delima dan Indrajaya, Kabupaten Pidie, sepakat untuk menghentikan kegiatan peledakan bom karbit pada malam Hari Raya Idul Fitri. Namun, mereka masih terpecah suara dalam hal perang meriam bambu yang sudah berlangsung sejak lama.
Informasi dihimpun Serambinews.com dalam dua hari terakhir, kesepakatan untuk menghentikan kegiatan peledakan bom karbit dalam perang meriam bambu ini didasari atas fakta bahwa peledakan bom karbit menimbulkan efek buruk terhadap warga dan bangunan di sekitar arena perang-perangan ini. (*)
