Rabu, 10 Juni 2026

22 Orang Tewas di Jalan

Posko Operasi Ketupat Rencong 2012 Polda Aceh mencatat sejak H-8 hingga H+2 Lebaran 2012 sebanyak 22 orang tewas

Tayang:
Editor: bakri
* Sejak H-8 Hingga H+2 Lebaran 2012

BANDA ACEH - Posko Operasi Ketupat Rencong 2012 Polda Aceh mencatat sejak H-8 hingga H+2 Lebaran 2012 sebanyak 22 orang tewas akibat 34 peristiwa kecelakaan lalu lintas di sejumlah wilayah Aceh.

“Korban meninggal dunia terbanyak sementara ini terjadi di wilayah Polres Aceh Timur mencapai 4 orang dari 4 kasus kecelakaan,” kata Kaditlantas Polda Aceh, Kombes Pol Drs Unggul Sediyantoro MSi melalui Kepala Posko Operasi Ketupat Rencong 2012 Ditlantas Polda Aceh, AKP Zulidin kepada Serambi, Selasa (21/8) di Posko Operasi Ketupat Rencong 2012 Ditlantas Polda Aceh, Lamteumen, Banda Aceh.

Menurut Unggul, dari 21 wilayah Polres yang ada di Aceh, hanya lima daerah yang belum ada laporan kecelakaan, yaitu Polres Aceh Barat, Aceh Jaya, Simeulue, Aceh Barat Daya, dan Sabang.

Dari 34 peristiwa kecelakaan lalu lintas yang menewaskan 22 orang, melibatkan 45 unit sepeda motor serta 19 unit kendaraan roda empat. Dari 34 peristiwa itu, ada satu kecelakaan yang sangat tragis mengakibatkan satu keluarga terdiri ayah, ibu, dan anak tewas. Ketiga korban tewas tersebut berboncengan satu sepeda motor yang melaju dari Aceh Tengah untuk tujuan berlebaran di Bireuen.

Ketiga korban tewas tersebut masing-masing Riduan (30) bersama istrinya, Fitriani (25) dan seorang anak berusia 2 tahun bernama Salma Maini. Mereka mengendarai sepeda motor Mega Pro BL 3435 JI. Musibah terjadi di Jalan Nasional Takengon-Bireuen, kawasan Desa Rongka, Kecamatan Timang Gajah, Bener Meriah.

Menurut informasi, sepeda motor yang dikemudikan Riduan bertabrakan dengan mobil Kijang dikemudikan Halidin (54) yang meluncur berlawanan. Ketiga korban terempas ke badan jalan dan diyakini tewas di tempat.

Di wilayah Polres Aceh Timur lain lagi. Sebuah minibus L-300 yang diduga sopirnya terkejut dengan drum yang ditempatkan oleh pengumpul sumbangan masjid di tengah jalan mendadak banting stir ke kanan sehingga menabrak sepeda motor Vario yang dikendarai Muhammad bin Asnawi (33), warga Desa Leugeu, Kecamatan Peureulak, Aceh Timur. Akibat tabrakan itu, Muhammad bin Asnawi meninggal dunia dan lima penumpang L-300 luka-luka.

Di Langsa, seorang warga Desa Alue Kumbar, Rantau Selamat bernama T Martonis meninggal dunia akibat ditabrak mobil yang langsung kabur. Waktu itu Martonis baru keluar dari masjid dan berjalan di kiri berem jalan. Tiba-tiba ada satu unit mobil dengan kecepatan tinggi dari arah Langsa ke Peureulak menyambarnya.(her)

Penyebabnya Human Error
KADIT Lantas Polda Aceh, Kombes Pol Drs Unggul Sediyantoro MSi mengungkapkan, berdasarkan analisa pihaknya, dari 34 peristiwa kecelakaan yang merenggut 22 nyawa selama periode H-8 hingga H+2 Lebaran 2012, penyebab utamanya adalah akibat kelalaian manusia (human error).

“Bukan karena faktor jalan yang kurang bagus atau akibat perubahan iklim maupun bencana alam seperti hujan deras, kabut, longsor, dan lainnya,” kata Unggul melalui Kepala Posko Operasi Ketupat Rencong 2012 Ditlantas Polda Aceh, AKP Zulidin.

Menurut data kepolisian, peristiwa kecelakaan yang menewaskan banyak orang itu terjadi siang hari, pada jalan yang bagus dan cuaca sangat cerah. Namun, jika dibanding periode yang sama pada Lebaran 2011, jumlah korban meninggal dunia tahun ini berada di bawah tahun lalu. “Tahun lalu pada periode yang sama, korban meninggal selama 10 hari masa angkutan Lebaran mencapai 27 orang,” kata Zulidin.

Sejak jauh-jauh hari sebelum masa angkutan Lebaran tahun ini, setiap Polres memasang rambu-rambu rawan kecelakaan di lintasan yang sering terjadi kecelakaan. Misalnya, di lintasan kawasan Aceh Timur. dipasangi rambu-rambu tengkorak di setiap lintasan rawan. “Masing-masing Polres melakukan cara masing-masing untuk mencegah terjadinya kecelakaan,” kata Zulidin.

Selain itu, lanjut Zulidin, PT Jasa Raharja dan distributor mobil maupun sepeda motor ikut berpartisipasi memasang spanduk bertuliskan hati-hati atau peringatan mengurangi kecepatan di titik-titik rawan kecelakaan.(her)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved