Pinus Tumbang, Lintas Seulawah Macet 2 Jam
Transportasi arus balik, dilaporkan mengalami kemacetan selama 2 jam di lintasan Seulawah, tepatnya di kawasan tapal batas Kabupaten
Berdasarkan informasi yang diperoleh Serambi, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 15.10 WIB kemarin. Meski tidak sampai menimbulkan korban jiwa akibat tumbangnya pohon pinus yang kebanyakan sudah berusia tua, namun para pengendara mobil maupun motor dari dua arah tidak bisa lewat di kawasan itu.
Fahrizal, warga Lampineung, Banda Aceh yang bermaksud pulang ke Desa Krueng Do, Pidie, kepada Serambi, kemarin menyebutkan tumbangnya pohon pinus itu mengakibatkan kemacetan yang diperkirakan mencapai 3 kilometer dari dua arah yang menghubungkan dua kabupaten itu.
“Saya bersama sejumlah teman kebetulan dari Banda Aceh dan mau pulang ke Krueng Do, menggunakan sepeda motor. Kami saja tertahan hampir satu jam di sana, mulai pukul 15.18-15.55 WIB. Kamis baru bisa lewat setelah sepeda motor kami angkat bersama-sama,” kata Fahrizal.
Berdasarkan informasi yang diterima Serambi dari sumber lainnya menyebutkan, pohon pinus yang memang banyak terdapat di kawasan hutan Seulawah usianya sudah termasuk tua dan rawan tumbang jika diterpa angin kencang seperti yang terjadi Sabtu sore kemarin.
Sebelumnya, satu pohon pinus tua lainnya juga tumbang diterpa angin kencang, menimpa kabel palying fox permainan out bond milik kafe Green D’Saree, di kawasan Saree, Aceh Besar. “Saya khawatir, jika tidak segera diantisipasi, bukan tidak mungkin tumbangnya pohon-pohon pinus tua itu akan memakan korban jiwa nantinya,” kata seorang warga setempat.
Selain kemacetan akibat tumbangnya pohon di perbatasan Pidie dan Aceh Besar kemarin, juga terdapat beberapa titik kemacetan di sepanjang lintas Banda Aceh-Medan. Antara lain di kawasan Tanjong Blangputek, Kecamatan Padang Tiji, Pidie, serta beberapa lokasi lainnya.
Kemacetan di kawasan-kawasan ini terjadi karena belum tuntasnya pekerjaan perbaikan jembatan. Pada saat puncak arus mudik dan balik Lebaran Idul Fitri 1433 H, terjadi antrean panjang mobil hingga sepanjang dua kilometer. Puncak arus balik diperkirakan terjadi pada Sabtu sore dan Minggu malam nanti.
Kemacetan akibat perbaikan jembatan ini memunculkan protes dari sejumlah pengguna jalan. Pasalnya, pada akhir Juli 2012 lalu, Menteri Pekerjaan Umum (PU) Djoko Kirmanto, menginstruksikan kepada jajarannya untuk memastikan agar infrastruktur jalan dan jembatan yang masuk dalam program perbaikan dapat diselesaikan sebelum Lebaran.
“Perbaikan sejumlah jembatan dan jalan sudah harus selesai pengerjaannya sehingga tidak ada lagi yang sampai mengganggu kelancaran arus mudik,” kata Menteri PU Djoko Kirmanto, di sela Rapat Kabinet Terbatas, di Kantor Kemenperin, Jakarta, Jumat (27/7) lalu.(mir/sir/nal)