Tiga Rumah Warga Peuniti Terbakar
Tiga rumah permanen di Jalan Rawa Sakti, Dusun Cut Nyak Dhien, Gampong Peuniti, Kecamatan Baiturrahman, Banda Aceh
Kebakaran yang terjadi sekira pukul 15.20 WIB itu menghanguskan rumah lantai dua milik M Nur MD (55), rumah Arbayani (40), dan rumah Basruddin (35).
“Berdasarkan saksi mata, gumpalan asap tebal pertama kali terlihat dari lantai dua rumah Pak Arbayani yang disewakan. Tak lama setelah itu langsung muncul api. Belum tau apa penyebab kebakaran itu,” kata Kepala Dusun Cut Nyak Dhien, Burhanuddin Usman, kepada Serambi, kemarin.
Dia menambahkan, ia mendapat kabar tentang kejadian itu dari adiknya. Lalu, dia segera menghubungi pihak Polsek Baiturrahman. “Sebelum datang mobil pemadam, warga disini bersama-sama mengambil air dari sumur dan selokan, lalu menyiram rumah yang terbakar,” ujar Burhanuddin.
M Nur MD, salah seorang korban kebakaran yang ditemui Serambi mengatakan, seluruh hartanya yang berada di lantai dua seperti barang-barang elektronik dan dokumen penting, musnah dilahap api.
“Waktu kejadian saya di luar. Di rumah ada istri dan anak-anak saya. Informasinya api pertama kali terlihat dari lantai dua rumah Pak Arbayani yang disewakan,” kata M Nur yang merupakan pegawai di Dinas Bina Marga dan Cipta Karya (BMCK) Aceh.
Sementara tiga gadis yang mengontrak rumah milik Arbayani, yaitu Ajri Angelina (30), Nova Riani (25) dan Fitri (28) mengatakan, saat kejadian mereka tak ada di rumah. Mereka yang baru tinggal beberapa hari di rumah itu, sedih saat mendapat kabar tentang peristiwa itu. “Barang-barang kami seperti televisi, kulkas, DVD, laptop dan surat-surat penting semuanya terbakar,” kata Ajri sambil menyeka air matanya.(mir/awi)
Diduga Arus Pendek
KAPOLRESTA Banda Aceh Kombes Pol Moffan MK SH melalui Kapolsek Baiturrahman AKP Abdul Muthalib SE MM, kepada Serambi mengatakan, api diduga berasal dari hubungan arus pendek. Waktu kejadian itu, kata Abdul Muthalib, ketiga gadis yang tinggal/mengontrak rumah milik Arbayani tidak berada di tempat.
“Ketiganya belum pulang waktu itu dan masih bekerja di kantor masing-masing. Sejauh ini tugas kami tetap akan melakukan penyeldikan,” ujarnya Abdul Muthalib.(mir)