Sabtu, 29 November 2014
Serambi Indonesia

Iskandar Mengaku Ia Malah Dikepruk Batu

Minggu, 30 September 2012 08:00 WIB

SIGLI- Iskandar warga Kampong Asan, Kecamatan Kota Sigli, yang dituduh oleh Ibrahim (40) warga Gampong Paloh, Kecamatan Pidie, sebagai pelaku pemukulan terhadap dirinya dengan batu, Sabtu (29/9) kemarin, membantah tuduhan itu. Bahkan lelaki itu mengaku ia lebih dulu dipukukl dengan batu.  “Jadi Ibrahim yang lebih dahulu memegang batu, yang diambil di pelantaran ruko yang dijadikan sebagai sebuah kantor sekretariat partai nasional di Sigli,” kata Iskandar kepada Prohaba, kemaren, via telepon genggamnya.

Kata Iskandar, saat ia melihat Ibrahim memegang batu, ia langsung mendekati Ibrahim. Tapi, Ibrahim berusaha memukul Iskandar dengan batu. Saat itu, Iskandar berusaha menangkisnya. Sehingga tangan kanannya memar akibat pukulan batu oleh Ibrahim. “Banyak saksi yang melihat saat kejadian tersebut siapa yang lebih dahulu memegang batu. Dan, saya punya hasil visum dokter akibat dipukul dengan batu,” katanya.

Iskandar mengaku hanya membogem Ibrahim, hinga lelaki itu tersungkur ke tanah. “Saat itu saya tidak bisa mengendalikan emosi lagi. Sehingga saya membogem Ibrahim yang menyebabkan Ibrahim tersungkur ke tanah,” katanya.

Lalu, kata Iskandar, saat Ibrahim roboh ketanah. Ia sempat mengambil batu, tapi dirinya tidak jadi memukul Ibarahim. “Saya merasa iba melihat Ibrahim telah roboh ketanah. Dan, batu yang masih di tangan saya, kemudian saya buang. Saya demi Allah tidak pernah memukul Ibrahim dengan batu,” demikian Iskandar.

Seperti diketahui Ibrahim (40) warga Gampong Paloh, Kecamatan Pidie, Rabu (26/9) sekira pukul 14.00 WIB, dilarikan ke rumah sakit dalam kondisi berdarah. Lelaki itu mengaku dirinya roboh sejenak kepalanya dihantam dengan batu. Kasus itu pun berlabuh ke polisi setelah keluarga melapor atas insiden tersebut.(naz)
Editor: bakri

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas