Puluhan Pelajar Teumamong
Puluhan siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 2, dan pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 4, serta Madrasah Tsanawiyah
Akibat insiden massal ini, aktivitas belajar-mengajar di dua sekolah tersebut dihentikan. Di SMA Negeri, 20 siswi termasuk dua guru PPL di SMA Negeri 2 Langsa mulai dirasuki ruh halus sejka pukul 08.00 WIB. Kejadian yang tengah ngetrend terjadi di sekolah-sekolah tersebut, berlangsung setelah ratusan siswa sekolah di Bate Puteh, Kecamatan Langsa Timur, ini mengikuti upacara bendera.
Satu-persatu siswi sekolah tersebut kesurupan. Belum lagi sembuh diobati, jinnya kembali merasuki siswi lainnya. Sontak, kejadian itu membuat seluruh siswa maupun guru panik. Karena itu, pihak sekolah terpaksa meminta pertolongan “orang pintar” di sekitar sekolah setempat, untuk menangani gangguan ruh gaib yang masuk ke tubuh siswi SMAN 2 Langsa ini.
“Kesurupan terjadi hingga pukul 10.00 WIB. Setelah berkonsultasi dengan pihak Dinas Pendidikan, seluruh siswa kami pulangkan,” kata Kepala SMAN 2 Langsa, Abdurrahman Ardo kepada Prohaba, kemarin.
Setelah seluruh siswa SMAN 2 Langsa pulang, “wabah” kesurupan berpindah ke SMPN 6 Langsa. Di sekolah yang berlokasi di Kompleks BTN Asamera, Matang Seulimeng, Kecamatan Langsa Barat, itu enam pelajar dan seorang guru PPL teumamong. Ruh halus awalnya menyerang Riski Amelia, pelajar kelas IX-4, sekira pukul 10.00 WIB atau saat jam belajar usai istirahat.
Kemudian disusul pelajar kelas VIII-3 Azizah, pelajar kelas VIII-4 Nur Hasanah, dan pelajar kelas VIII-2 Nanda Sari. Selanjutnya pelajar kelas VIII-3 Siska, dan pelajar di kelas VIII-5, Maulina. Sedangkan guru PPL yang kesurupan yakni Ainun Mardiah. Saat itu, guru dimaksud memberikan pelajaran di salah satu kelas di SMPN 4 Langsa tersebut.
Akibat kejadian ini, seluruh para pelajar dan guru panik. Bahkan, untuk menangani gangguan ruh gaib menimpa enam pelajar putri dan seorang guru PPL, pihak sekolah sempat kelababakan. Satu di antara enam pelajar yang kesurupan sempat lari ke luar area perkarangan sekolah.
Setelah dikejar oleh guru serta ikut dibantu sejumlah warga setempat, pelajar ini ditangkap kembali. Kemudian langsung dibawa ke sekolah untuk proses pemulihan gangguan ruh gaib itu.
Untuk mengantisipasi kejadian meluas, pihak sekolah terpaksa menghentikan proses belajar dan mengajar, serta menginstruksikan seluruh pelajar di sekolah ini pulang lebih awal. Kemudian, pelajar yang kesurupan dan guru dihantarkan langsung oleh pihak guru dan ada yang dijemput keluarganya, untuk dibawa pulang ke rumah mereka masing-masing.(c42)