Siswi MTsN Simpang Kiri Teumamong
Tujuh siswi Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) Simpang Kiri, Kota Subulussalam, kesurupan saat mengikuti proses belajar-mengajar
SUBULUSSALAM - Tujuh siswi Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) Simpang Kiri, Kota Subulussalam, kesurupan saat mengikuti proses belajar-mengajar di sekolahnya, Selasa (16/10). Kondisi tersebut membuat sekolah di Jalan Malikussaleh, Subulussalam itu terpaksa memulangkan siswinya lebih awal dari biasa.
“Ini untuk menjaga hal-hal yang tidak diinginkan,” kata Mirsal, salah seorang guru MTsN Simpang Kiri kepada Prohaba, kemarin. Kesurupan beruntun para siswi ini terjadi sekira 09.30 WIB, saat pergantian jam belajar. Para siswi yang kesurupan semuanya siswi kelas sembilan, tapi beda ruangan.
Kesurupan yang dialami siswi dari kelas lain itu kemudian merembet ke siswi lain. Pihak pimpinan sekolah dan para guru serta siswi sedikit panik menghadapi siswinya yang mengalami kesurupan beruntun. Para siswi yang kesurupan menunjukan perangai orang kerasukan.
Pihak sekolah pun berupaya mengatasinya dengan membacakan ayat-ayat Alquran. Selain itu, pihak sekolah juga mendatangkan Ustaz Adnan, ahli rukyah untuk menyembuhkan para pelajar tersebut.
Pantauan Prohaba, seorang siswi yang kesurupan parah terpaksa dibawa ke ruang kepala sekolah, untuk mendapat penanganan. Beberapa guru perempuan berusaha menahan tubuh gadis tersebut. Perilaku siswi yang kesurupan itu terlihat aneh-aneh dengan menangis histeris, meracau, dan meronta saat diobati. Mereka menjerit, bahkan ada yang melawan saat diruqyah.
“Diam kau, diam saja kau, lepaskan aku,” teriak para siswi. Walau telah mereda, peristiwa kesurupan berantai ini terus berulang. Sejumlah guru berusaha menenangkan para siswi yang mengalami kesurupan itu dengan cara membaca doa dan yasinan. Setelah ada yang sadar dan dipulangkan.
Kesurupan di MTsN Simpang Kiri ini diakui para guru telah berlangsung selama hampir tiga pekan belakangan. Bahkan, salah seorang guru bidang studi ekonomi, Sri Wahyuni, juga dikabarkan sempat ikut tertular kesurupan pekan lalu. Sesaat sebelum kesurupan, Sri Wahyuni mengaku melihat sosok warna hitam masuk di kuduknya. Ini juga diakui para siswi lain yang mengaku melihat bayangan hitam.
“Saya juga sempat tertular, seperti ada bayangan warna hitam di belakang dan kata siswi-siswi itu juga begitu, mereka umumnya melihat bayangan hitam,” kata Sri Wahyuni.
Sementara di Meulaboh, proses-belajar mengajar di Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Woyla, Aceh Barat, Senin (15/10), terpaksa diliburkan. Sedikitnya 11 siswa sekolah tersebut kesurupan.
Kerasukan massal terjadi setelah siswa selesai upacara bendera, diikuti sekitar 300 lebih siswa di sekolah berlokasi di Kuala Bhee itu. Kesurupan terjadi secara berantai. Akibatnya, suasana di SMPN panik. Apalagi, wali siswa mulai berdatangan untuk memastikan anak mereka kesurupan juga.
Akhirnya pihak sekolah meliburkan aktivitas proses-belajar mengajar. Sejak pukul 11.00 WIB, seluruh siswa dibenarkan pulang. Pada Selasa, sekolah seperti biasa lagi. “Siswi yang kesurupan sudah ditangani. Pihak sekolah pun mengambil inisiatif diliburkan,” ujar Suhermi, seorang guru yang ditanyai kemarin.(kh/riz)