Teumamong Liburkan SMA Kembang Tanjong
Suasana belajar pagi hari yang terasa adem di SMAN 1 Kembang Tanjong, Pidie, Rabu (17/10), tiba-tiba berubah menjadi panik luar biasa
SIGLI - Suasana belajar pagi hari yang terasa adem di SMAN 1 Kembang Tanjong, Pidie, Rabu (17/10), tiba-tiba berubah menjadi panik luar biasa. Jerit histeris disertai sumpah serapah tak jelas dan siswa yang berlarian, mewarnai suasana sekolah, tatkala sedikitnya 20 pelajar tumbang kesurupan, saat jam pertama belajar atau sekira pukul 09.30 WIB.
Kondisi hiruk pikuk disertai histeria massal, membuat pihak sekolah harus meliburkan muridnya. Walhasil sekolah yang terletak di Peukan Hameh itu menghentikan proses belajar mengajarnya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Prohaba, kemarin, menyebutkan, aksi teumamong itu awalnya menimpa seorang siswi kelas dua IPA 3. Bak arus setrum listrik, dalam hitungan menit aksi teumamong merasuki siswi lainnya. Suasana di dalam ruang kelas yang awalnya tenang tiba tiba berubah menjadi gaduh. Para siswa mencoba memberikan pertolongan terhadap siswa yang kesurupan.
Dalam sekejap saja sekitar 20 siswa sudah teumamong. Tgk Zainal Abidin anggota DPRK Pidie dari Partai PKS yang datang ke sekolah itu berusaha menyadarkan siswi yang menceracau tak jelas, ditemani Tgk Abdurrahman. Dalam sekejap, puluhan orang tua murid sudah berdatangan ke sekolah. Siswi yang telah sembuh diperbolehkan pulang dengan dijemput orang tua mereka.
Kepala Dinas Pendidikan Pidie, Drs Bukhari Thahir MPd, yang dihubungi, Prohaba, Rabu (17/10) mengatakan, pihaknya telah memerintahkan kepala sekolah untuk menangani masalah teuamamong siswa.
Kata Bukhari, Jumat (12/10) lalu kesurupan juga terjadi di SMA 1 Kembang Tanjong, tapi jumlah siswa yang terkesan dirasuki makhluk halus itu hanya 13 orang. Sebelumnya, isu kesurupan ini sudah sering terjadi di SMAN Kembang Tanjong, namun jumlah siswa yang terkena hanya satu hingga tiga orang. “Tapi, hari ini (kemaren-red) siswa yang kesurupan jumlahnya mencapai 20 orang,” katanya.
Bermacam-macam aksi teumamong yang terjadi pada siswa, lanjutanya, ada yang berlari-lari dengan menyebutkan kata kata tak jelas dan ada siswa merasa kedinginan luar biasa. “Kami imbau sebelum belajar siswa diharuskan mebaca Al-Quran, dengan harapan bathinnya lebih tenang dan tak terpengaruh dengan hal yang sifatnya tak jelas,” demikian Bukhari.(naz)