Korban Pria Bertopeng, Meninggal
Rina Heriani (31), satu dari tiga korban penganiayaan oleh pria bertopeng/bersebo yang terjadi Senin (3/12) lalu, dikabarkan telah meninggal
Informasi meninggalnya Rina Heriani diperoleh Serambi dari Kepala Dusun (Jurong) Ule Krueng, Gampong Balohan, Kecamatan Sukajaya, Sabang, Andika, menjelang Maghrib kemarin.
Dikatakan, jenazah Rina usai Maghrib dibawa dari RSUZA Banda Aceh ke Sabang dan langsung dikebumikan tadi malam di Balohan. Mendengar informasi ini, sejumlah keluarga tak bisa menahan sedih, terutama ibunya, Suwarni yang juga menjadi korban penganiayaan. Di sisi lain, tadi malam, warga mempersiapkan berbagai keperluan untuk jenazah.
“Semula Rina sudah sehat, tapi Allah berkehendak lain. Ia meninggal karena sakit akibat pukulan keras yang menimpanya. Kami sangat sedih dengan kejadian ini, dan kami berharap polisi bisa segera menemukan pelakunya dan dihukum berat,” harapnya.
Sementara itu, terkait kasus penganiayaan yang dilakukan pria bercadar, Senin (3/12), Polres Sabang telah memeriksa empat saksi pada Selasa (4/12). Keempat saksi yaitu, anggota keluarga dan tetangga korban. Hingga kemarin, pelaku belum juga ditemukan.(gun)
Kronologi Penganiayaan
- Pria bertopeng/bersebo menganiaya tiga orang sekeluarga di Jurong Ulee Krueng, Balohan, Kecamatan Sukajaya, Sabang, Senin (3/12), pukul 03.15 WIB. Ketiga korban yaitu Suwarni (50), Abdul Rahman (25), dan Rina Heriani (31)
- Pelaku masuk dari pintu belakang rumah dan langsung memukul Suwarni dan anaknya Rina yang tertidur pulas di depan televisi ruang tamu. Mendengar teriakan, Abdul Rahman (menantu Suwarni) yang tidur di kamar bersama istrinya yang sedang hamil tua, bergegas ke luar. Baru di depan pintu, pelaku langsung menyerangnya.
- Abdul Rahman sempat berkelahi dan menggigit pelaku, bahkan pelaku sempat tersungkur ke lantai beberapa kali. Pelaku lari ke belakang rumah, lalu di belakang rumah kembali berkelahi dengan Abdul Rahman. Karena kalah, pelaku lari.(gun)