Wagub: Ada Pihak yang tak Suka Aceh Damai
Wakil Gubernur (Wagub) Aceh, Muzakir Manaf meminta warga di provinsi ini tidak terpengaruh atau terpancing dengan isu-isu
“Belakangan ini ada sekelompok orang tak bertanggung jawab yang coba-coba memancing supaya suasana yang kini damai, terganggu. Mereka sepertinya tidak senang melihat masyarakat mulai bangkit ekonominya,” kata Wagub Muzakir Manaf saat berada di Kota Lhokseumawe, Minggu (10/12), menanggapi berbagai kejadian dan aksi unjuk rasa yang marak di Aceh dalam sebulan terakhir.
Menurut Wagub, belakangan ini ada isu berupa fitnah yang menjelek-jelekkan Pemerintahan Zaini-Muzakir (Zikir). Ada juga kelompok yang memicu kekerasan, sehingga terjadi perpecahan antarsesama masyarakat dalam sebuah kecamatan, kabupaten, bahkan dalam lingkup Provinsi Aceh. “Penyakit ini mulai menjalar hingga ke provinsi,” ujarnya.
Dalam upaya menjaga ketenteraman masyarakat, ditambah dengan sedang tumbuh dan berkembangnya kegiatan ekonomi, Muzakir meminta masyarakat tidak terpengaruh pada isu-isu yang tidak jelas.
Pemerintah daerah saat ini, katanya lebih lanjut, sedang memikirkan bagaimana kesejahteraan rakyat lebih meningkat dengan mengundang para investor ke Aceh dan roda ekonomi di berbagai daerah bergerak dinamis dengan memanfatkan potensi alam yang ada.
Muzakir juga mengakui tidaklah mudah membangun Aceh yang tercabik akibat 30 tahun perang berkecamuk antara pejuang GAM dengan Pemerintah RI. “Tidak mungkin, kondisi Aceh yang telah porak-poranda selama 30 tahun, mampu dibangun dalam tujuh tahun dengan sempurna,” kata Muzakir yang akrab dipanggil Mualim.
Dalam meningkatkan pembangunan Aceh ke depan, katanya, pemerintah sedang berupaya mencapainya dengan dana APBK, APBA, APBN, maupun bantuan donor.
Untuk tahun 2013, sebutnya, sejumlah kegiatan telah dirancang dalam APBA, juga di tingkat kabupaten/kota. “Kami terus berkoordinasi setiap ada pembangunan di daerah,” ujarnya.
Atas dasar itu, Muzakir meminta masyarakat proaktif menjaga kedamaian Aceh. Kalau ada sekelompok orang yang membawa pengaruh buruk, segera diselidiki tujuan mereka. Periksa identitas mereka dengan lengkap, tapi tahan diri agar tidak bertindak anarkis. “Jika ada suatu kejanggalan, misalnya, terkait aliran sesat atau lainnya, jangan main hakim sendiri. Selesaikanlah secara adat dan hukum,” imbuh Muzakir yang juga Ketua DPA Partai Aceh. (ib)