Rabu, 10 Juni 2026

Pertokoan di Terminal Sigli Telantar

Terminal terpadu Kota Sigli yang dibangun tahun 2006 lalu, sekarang sudah terlihat kumuh. Hampir sebagian besar toko tak terisi dan tidak terawat

Tayang:
Editor: bakri
* Diresmikan Tahun 2008 dan Menghabiskan Rp 1,4 M

SIGLI - Terminal terpadu Kota Sigli yang dibangun tahun 2006 lalu, sekarang sudah terlihat kumuh. Hampir sebagian besar toko tak terisi dan tidak terawat. Padahal, dana pembangunan yang dihabiskan cukup besar, mencapai Rp 1,4 miliar.

Menyikapi masalah itu, Wakil Bupati Pidie, M Iriawan SE meminta agar Dinas Perhubungan segera membenahi terminal yang merupakan aset daerah tersebut.

“Jika perlu ubah pola manajemen. Misalnya harga sewa toko di dalam komplek terminal yang tinggi supaya diturunkan sedikit supaya menarik penyewa sehingga kondisinya bisa lebih baik,” kata M Iriawan saat memberikan sambutan pada acara penyerahan bus sekolah di Dishubkominfo Pidie, Senin (11/3).

Pantauan Serambi di lokasi terminal, terminal terlihat agak kumuh. Dari 25 jejeran toko di dalam komplek terminal, hanya delapan toko yang terisi, antara lain untuk kantor loket L300, bengkel dan warung kopi.

Selebihnya (17 unit lagi) dalam kondisi telantar. Malah pintunya sudah mulai rusak sehingga terlihat semraut. Menurut keterangan warga yang sehari-hari bekerja sebagai agen terminal, Abdullah, kondisi tersebut sudah berlangsung sejak terminal diresmikan, tahun 2008 lalu.  “Sangat disayangkan, terminal yang menelan dana miliaran rupiah tapi rupanya kumuh,” katanya.(aya)

Akan Turunkan Sewa
KEPALA Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Pidie, Azhari Yacob SH didampingi Sekretrisnya, Drs Maimun Ibrahim MSi, menyatakan akan memaksimalkan kembali fungsi Terminal Terpadu Kota Sigli. “Kita akan benahi kembali terminal Kota Sigli. Bus penumpang akan kita giring untuk masuk ke terminal dan harga sewa toko akan kita turunkan dari Rp 8 juta menjadi Rp 5 juta per tahun,” ujar Azhari Yacob.

Menurut Azhari,  untuk menghidupkan kembali aktivitas di terminal tersebut pihaknya telah melakukan pembenahan pembersihan toilet, menghidupan dan membersihakan musalla. 

“Karena terminal juga menjadi ikon kabupaten. Kalau terminalnya kotor atau kelihatan terbengkalai para penumpang bus yang singgah di Sigli bisa menimbulkan penilaian negatif terhadap pemerintah,” katanya.(aya)


Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved