Rabu, 10 Juni 2026

Bangunan Pasar Inpres Rusak

Bangunan pasar Inpres di Kota Takengon, Aceh Tengah yang direncanakan ditempati para pedagang mulai rusak, walau baru bangun setahun

Tayang:
Editor: bakri
zoom-inlihat foto Bangunan Pasar Inpres Rusak
SERAMBI/MAHYADI
Ketua DPRK Aceh Tengah, Zulkarnain (tengah) berdialog dengan pedagang Pasar Inpres, Kota Takengon, Rabu (27/3), terkait kondisi gedung baru di Pasar Inpres yang belum ditempati namun sudah mulai rusak.
* Pedagangan Takengon Tolak Direlokasi

TAKENGON - Bangunan pasar Inpres di Kota Takengon, Aceh Tengah yang direncanakan ditempati para pedagang mulai rusak, walau baru bangun setahun lalu. Tak pelak, para pedagang menolak menempati pasar itu, karena dinilai tidak layak untuk berjualan dengan kondisi bangunan amburadul.

“Lihat saja kondisi bangunan pasar Inpres ini, belum sempat ditempati sudah hancur dan modelnya seperti perkantoran saja,” kata anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Tengah, Ikwanusufa, Rabu (27/3) ketika melakukan pansus ke lokasi pasar tersebut.

Dia menjelaskan, sebelumnya, Ketua DPRK Aceh Tengah, Zulkarnain dan anggota dewan lainnya, Samsudin, telah melihat kondisi pasar Inpres yang telah rusak berat itu. Ikwanusufa menambahkan, tinjauan ini sebagai tidak lanjut dari surat yang dilayangkan Ikatan Pedagang Pasar Inpres, tentang kondisi pasar tersebut.

Anggota dewan satu ini menegaskan, para pedagang telah menolak untuk dipindahkan ke tempat itu. “Gedung pasar ini dibangun dengan dana dari APBN, tetapi dibangun asal jadi, sehingga belum setahun dibangun, sudah mulai rusak,” ujarnya.

Disebutkan, bangunan pasar Inpres ini seharusnya diperuntukkan bagi para korban yang kiosnya hangus terbakar beberapa tahun lalu. “Gedung ini, seharusnya untuk korban kebakaran yang kiosnya hangus terbakar pada musibah kebakaran beberapa tahun lalu,” ungkap Ikwanusufa.

Menurut Ikwanusufa, banyak permasalahan yang terjadi di Pasar Inpres Kota Takengon, selain kondisi gedung yang amburadul, juga pedagang menolak untuk direlokasi sebelum ada tempat yang layak. Para pedagang, katanya, juga keberatan dengan sistem sewa menyewa dari pihak ketiga, yang sebagian milik pejabat maupun dikelola oleh swasta.

“Inilah yang terjadi di pasar ini, selain tumpang tindih kepemilikan sampai harga sewa yang mencapai tiga kali lipat dari ketetapan pemerintah,” sebutnya. Dia menyatakan akan segera mempertanyakan masalah tersebut kepada dinas terkait, termasuk perencanaan pembangunan, selain berkoordinasi dengan Bupati Aceh Tengah, soal wacana relokasi pedagang ke gedung baru yang telah rusak itu.

“Kalau pedagang ini direlokasi, pemerintah harus segera mencari solusinya. Artinya tempat yang baru harus benar-benar layak untuk para pedagang ini,” pungkas Ikhwanusufa.(c35)

Pedagang Menolak
Ketua Ikatan Pedagang Pasar Inpres (IP2I), Irvan Rasyid, mengatakan, para pedagang Pasar Inpres Kota Takengon, menolak revitalisasi pasar Inpres, karena sebagian besar sudah terikat pinjaman ke bank. “Jika pasar tersebut, dibongkar, para pedagang sudah tidak bisa jualan sehingga tak mampu melunasi hutang,” katanya.

Dia berharap, Pemkab Aceh Tengah dapat mencari solusi, termasuk pertemuan dengan pihaknya. Irvan mengatakan pedagang yang saat ini berjualan di kios-kios di Komplek Pasar Inpres, menolak untuk direlokasi lantaran kios yang mereka tempati masih bagus. Namun, jika bangunan kios yang ada harus direvitalisasi, maka harus dicarikan lokasi lain yang mendukung.  
“Para pedagang pada prisipnya bersedia untuk dipindahkan, asal ada tempat yang benar-benar layak, jangan seperti bangunan baru disamping pasar ini, belum ditempati sudah hancur,” tuturnya.(c35)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved