Listrik Padam Sehari Dua Kali
Suplai arus listrik di Kota Banda Aceh dan Aceh Besar dalam satu minggu terakhir, mengalami gangguan serius
* Pelanggan PLN Kecewa
* Anggota DPRA Minta PLN Profesional
BANDA ACEH - Suplai arus listrik di Kota Banda Aceh dan Aceh Besar dalam satu minggu terakhir, mengalami gangguan serius. Di sejumlah kawasan, listrik padam satu hingga dua kali dalam sehari, dengan lama pemadaman satu sampai empat jam. Tadi malam, listrik di Kecamatan Meuraxa padam mulai pukul 19.00 WIB hingga pukul 20.30 WIB.
Berdasarkan informasi yang diterima Serambi dari sejumlah pelanggan PLN, padamnya arus listrik sudah terjadi sejak seminggu yang lalu. Pemadaman listrik tersebut terjadi hampir merata di seluruh wilayah Kota Banda Aceh dan sebagian Kabupaten Aceh Besar.
Informasi terakhir yang diterima Serambi, tadi malam, pemadaman listrik terjadi di kawasan Kecamatan Meuraxa, mulai pukul 19.00 WIB. Listrik sempat menyala selama lima menit, lalu padam lagi hingga pukul 20.30 WIB. Sebelumnya, Kamis (28/3) pagi, listrik juga padam hampir 30 menit di kawasan ini.
Catatan Serambi lainnya berdasarkan laporan-laporan yang diterima dari pelanggan, listrik sering padam di kawasan Simpang Surabaya, Batoh, Luengbata, Jambo Tape, Lampriek, Prada, Jeulingke, Keutapang, Neusu, hingga ke kawasan Darussalam dan Baitussalam. Selain itu, listrik juga sering padam di kawasan Merduati, Setui, Blangpadang, Punge Jurong, hingga Ulee Lheue.
Arus listrik di kawasan-kawasan tersebut padam satu hingga dua kali dalam sehari. Sebagian besar, lama pemadamannya antara satu sampai dua jam.Namun, di kawasan Darussalam dan Baitussalam, listrik pernah padam hingga empat jam, bahkan lebih.
Tidak profesional
Sementara Wakil Ketua II DPRA, Drs H Sulaiman Abda MSi mengatakan, hingga Selasa (26/3) malam lalu, pemadaman bergilir masih dirasakan warga Jeulingke. Kondis ini menurutnya, sangat merugikan masyarakat. Terutama pedagang atau industri yang membutuhkan listrik sebagai alat untuk menjalankan usahanya.
“Selain itu, banyak masyarakat susah dan kepanasan di malam hari karena tak bisa menghidupkan kipas angin atau AC. Apalagi suhu di Banda Aceh sangat panas. Ada yang harus tidur di teras dan di mobil dengan menghidupkan AC,” ujar Sulaiman Abda kepada Serambi, dua hari lalu. Ia menilai PLN belum bekerja profesional dalam mengatasi setiap masalah. “Masa sudah seminggu lebih, pemadaman listrik belum juga bisa diatasi. Apa kerjanya?” tukasnya.(her/n/saf)
* tanggapan pihak pln
Gangguan Kabel Bawah Tanah
MANAGER PLN Area Banda Aceh, Zarmidi didampingi Asisten Manager Jaringan, Helmi Yusik dan Manager PLN Rayon Merduati, Fauzan, kepada Serambi mengatakan, padamnya listrik dalam seminggu terakhir disebabkan gangguan kabel bawah tanah, ukan karena defisit arus dari pembangkit Sumut.
Helmi menyebutkan, pada Sabtu (23/3) pukul 04.15 WIB, kabel bawah tanah di depan Kantor Pertanahan Kota Banda Aceh, Desa Cot Masjid, rusak sehingga listirk di kawasan itu padam. Lalu, Sabtu (23/3) pukul 23.30 WIB, kerusakan yang sama terjadi di depan SMPN 13 Banda Aceh. Akibatnya, pemadaman meluas.
Lalu, Selasa (26/3) pukul 14.25 WIB, kabel bawah tanah untuk menyuplai arus ke kawasan Syiah Kuala juga mengalami gangguan yang sama. Titik gangguannya di kawasan tanggul Krueng Aceh, Desa Bakoi. Kabel yang terkelupas dan putus itu, sebelum disambung harus dibersihkan dulu.Untuk membersihkannya, listrik harus dipadamkan.
“Ketiga titik gangguan itu, kita perkirakan besok siang (Kamis, 28 Maret 2013-red), sudah selesai diperbaiki, sehingga suplai arus listrik ke rumah penduduk bisa kembali normal,” ujarnya ketika diwawancarai Serambi, Rabu (27/3) lalu.
Selain itu, Manager PLN Rayon Merduati, Fauzan menambahkan, padamnya listrik di wilayah Banda Aceh juga disebabkan pemasangan jaringan listrik ke Gedung Pasar Aceh yang baru. Para pejabat PLN tersebut belum bisa memastikan kapan arus lsitrik untuk pelanggan di Kota Banda Aceh dan Aceh Besar akan normal kembali.(her/n)