Mutasi Guru Jelang UN
PGRI Aceh mengharapkan pengambil kebijakan di bidang pendidikan di seluruh Aceh, agar menghentikan kebijakan-kebijakan
BANDA ACEH - PGRI Aceh mengharapkan pengambil kebijakan di bidang pendidikan di seluruh Aceh, agar menghentikan kebijakan-kebijakan yang menganggu kosentrasi siswa dalam menghadapi Ujian Nasional (UN) yang hanya tinggal 15 hari lagi.
Hal itu dikemukakan Ketua PGRI Aceh, Ramli Rasyid, Sabtu (30/3) menanggapi pemutasian dua guru MAN 1 Sigli yang menyebabkan siswa setempat melakukan demontrasi. “Apa yang dikemukakan Kepala Kantor Kementerian Agama Pidie, mutasi merupakan hal biasa, tidak salah. Hanya saja, mungkin waktunya yang tidak tepat,” kata Ramli Rasyid secara tegas.
Menurut Ramli Rasyid akibat pemutasian dua guru MAN 1 Sigli, Bustami (guru fisika) dipindah ke MAN Padang Tiji dan Said Najib Bakri SAg (guru agama) dipindah ke MAN Sakti akan menyebabkan konsentrasi siswa setempat yang akan mengikuti UN mulai 15 April 2013 mendatang akan terganggu. “Pengambil kebijakan di bidang pendidikan hendaknya menjaga psikologis peserta didik. Janganlah mengganggu lembaga pendidikan di saat-saat menjelang UN,” tegas Ramli Rasyid.
Menjawab Serambi menyangkut pemutasian guru dan pengawas sekolah menjadi PNS di lingkup Pemko, Ketua PGRI Aceh Ramli Rasyid meminta Wali Kota Lhokseumawe untuk segera mengembalikan ke empat guru dan pengawas besertifikasi tersebut ke sekolah masing-masing.
“Jangan karena mereka menuntut haknya, tunjangan prestasi kerja (TPK) sama dengan PNS lainnya, lalu mereka dikorbankan. Padahal, tugas Wali Kota sebagai pembina PNS di lingkungannya adalah melakukan pembinaan, bukan membinasakan,”tegas Ramli Rasyid.
Menurutnya, pemutasian guru dari sekolah menjadi PNS biasa, tanpa ‘kebutuhan’ yang mendesak dengan memberikan jabatan, ini bertentangan dengan Pergub Aceh dan Permendagri.
Apalagi, tambahnya, pemutasian guru senior itu dilakukan saat-saat menjelang ujian nasional (UN). “Saya sangat berharap Wali Kota Lhokseumawe untuk mengkaji kembali masalah tersebut dan segera mengembalikan mereka ke sekolah untuk menyelamatkan generasi muda Aceh yang akan akan mengikuti UN,” katanya.(sir)