Rabu, 10 Juni 2026

Korban Pemukulan Guru Bicara Ngawur

Muslem, siswa kelas 2 IPS SMAN 7 Lhokseumawe yang menjadi korban kekerasaan guru beberapa waktu lalu, hingga Minggu

Tayang:
Editor: bakri
LHOKSEUMAWE - Muslem, siswa kelas 2 IPS SMAN 7 Lhokseumawe yang menjadi korban kekerasaan guru beberapa waktu lalu, hingga Minggu (31/3) kemarin masih dirawat di Rumah Sakit PT Arun. Hanya saja, pihak keluarga menjadi bingung, karena sejak tiga hari terakhir Muslem sering berbicara ngawur dan sering tersenyum sendiri.

Hulaimi Ismail, ayah Muslem kepada Serambi kemarin mengatakan, sejak tiga hari terakhir anaknya mulai sering berceramah sendiri dan kerap menceritakan sejarah-sejarah perjalanan ulama, termasuk Sultan Iskandar Muda.

“Kadang-kadang dia juga meminta agar dibawa ke makam-makam ulama yang ada di Banda Aceh bahkan sampai ke Meulaboh Aceh Barat. Termasuk  kadang-kadang sering tersenyum sendiri. Kalau malam hari dia jarang tidur. Kalau tidur hanya sebentar, lalu terbangun dan mulai berbicara tidak karuan,” jelasnya.

Kondisi Muslem, menurutnya jauh berbeda ketika dia dalam kondisi sehat. Karena dasarnya Muslem orangnya pendiam. Hulaimi menyatakan, keterangan pihak medis menduga bahwa kelainan dalam sikap Muslem karena ada gangguan saraf akibat pukulan di tengkuknya beberapa waktu lalu. “Sekarang ini, Muslem dianjurkan untuk discanning sarafnya, hingga harus dibawa ke Medan atau ke Banda Aceh. Rencana besok (hari ini-red) dia akan dibawa, kalau tidak ke Medan berarti ke Banda Aceh,” kata dia.

Sedangkan proses hukum terhadap kekerasan yang dihadapi anaknya, Hulaimi mengaku, memang ada pihak sekolah yang meminta perkara ini diselesaikan secara damai. Namun dia tetap pada prinsip awal, kalau perkara damai baru bisa dibicarakan saat anaknya sudah sembuh. “Sedangkan sekarang biar berjalan sesuai dengan proses hukum yang berlaku,” jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, kekerasan oknum guru terhadap anak didiknya kembali terjadi di Aceh. Kali ini menimpa Muslem siswa kelas 2 IPS SMA Negeri 7 Lhokseumawe. Dia diduga ditendang dan dipukul tengkuknya oleh guru olahraganya, Nasri, Kamis (21/3) pagi.

Efeknya, saraf  Muslem terganggu, dan hingga Minggu (31/3), dia masih dirawat secara intensif di Rumah Sakit PT Arun Batuphat Lhokseumawe. Pihak keluarga yang tidak bisa menerima pemukulan ini, telah melaporkan oknum guru tersebut ke Polsek Muara Satu.(bah)

Terus Diproses
KAPOLRES Lhokseumawe AKBP Kukuh Santoso, melalui  Kapolsek Muara Satu Iptu Ichsan mengatakan, pihaknya sejauh ini masih terus memproses perkara ini. Untuk saksi yang telah dimintai keterangan tiga orang. Dua orang siswa merupakan teman Muslem dan satu lagi orang tua korban selaku pelapor.

Sedangkan hasil visum juga belum diterima pihaknya. “Kini kami  masih menunggu kondisi korban sembuh untuk dimintai keterangan. Setelah korban dimintai keterangan, baru kami akan panggil terlapor,” demikian Kapolsek Muara Satu.(bah)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved