Rabu, 27 Mei 2015

74 Rohingya Dievakuasi dari Pulo Aceh

Selasa, 9 April 2013 09:46

74 Rohingya Dievakuasi  dari Pulo Aceh
SERAMBI/BUDI FATRIA
Sebanyak 74 warga etnis Rohingya, Myanmar yang terdampar di Pulo Aceh, Aceh Besar tiba di Lampulo, Banda Aceh, Senin (8/4). Mereka terdiri dari 64 pria dewasa, 5 perempuan, dan selebihnya anak-anak.

Kepala Polisi Resor Aceh Besar, AKBP Djadjuli MSi SIK, mengatakan telah berkoordinasi dengan International Organization for Migration (IOM) dan United Nation High Commissioner for Refugees (UNHCR) Sumatera Utara yang berwenang menangani masalah pengungsi dan migrasi. Rencananya, kata dia, warga Rohingya itu akan dibawa ke Medan, Sumatera Utara, untuk penanganan selanjutnya.

“Untuk sementara, mereka akan ditampung dulu di sini (Krueng Raya -red) di bawah pengawasan dinas sosial. Di tempat penampungan sementara, mereka lebih dulu didata oleh pihak imigrasi dan juga dicek kesehatannya oleh pihak dinas kesehatan,” kata Djadjuli.

Menurutnya, kondisi warga Rohingya saat tiba di Banda Aceh terlihat lemas. Ketika dicek kesehatan, beberapa dari mereka ternyata sakit. Hal ini diduga karena dehidrasi selama berada di laut.

Diperoleh informasi bahwa sebelum merapat ke Pulo Aceh, seluruh warga Myanmar bersuku Rohingya itu sudah tujuh hari terombang-ambing di laut. Mereka tak bisa melanjutkan perjalanan karena perahu yang ditumpangi kehabisan bahan bakar. Selain itu, persediaan makanan yang mereka miliki juga menipis. Hingga akhirnya mereka ditemukan nelayan setempat yang tengah melaut dan dibawa ke daratan kemudian dilaporkan kepada kepolisian setempat.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kakanwil Kemenkumham) Aceh, Dr Yatiman Edy MHum mengatakan, akan berkoordinasi dengan IOM dan Dirjen Imigrasi Kemenkumham RI untuk pemindahan ke-74 migran Rohingya tersebut ke Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) di provinsi lain, karena di Aceh belum ada Rudenim.

“IOM berperan memfasilitasi pemindahan pengungsi migran ini ke Rudenim, sedangkan pihak Dirjen Imigrasi berwenang menentukan penempatan mereka di Rudenim. Jika sudah tertampung di Rudenim, maka pihak Dirjen Imigrasi berkoordinasi dengan kedutaan besar negara asal pengungsi yang ada di Indonesia untuk proses pemulangan mereka ke negara asal,” kata Yatiman kemarin.

Didampingi Kabid Imigrasi Kanwil Kemenkumham Aceh, Sugeng Harjanto SE, Yatiman mengatakan, mengingat sudah sering kali imigran asal Rohingnya dan nelayan asal Thailand serta Myanmar terdampar ke perairan Aceh, maka ia mengatakan akan mengusulkan ke Menkumham RI pembangunan Rudenim di Banda Aceh.

Halaman12
Editor: bakri
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2015 About Us Help
Atas