Breaking News
Rabu, 10 Juni 2026

RSUD Langsa Minta Tambahan Dokter

Pemerintah Kota Langsa berharap Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara menyetujui penambahan sejumlah dokter spesialis di RSUD

Tayang:
Editor: bakri
zoom-inlihat foto RSUD Langsa Minta Tambahan Dokter
SERAMBI/ZUBIR
Wakil Wali Kota Langsa, Drs Marzuki Hamid MM (kanan), saat melakukan sidak ke RSUD Langsa, Rabu (10/4). Saat ini jumlah pasien di rumah sakit rujukan dua daerah ini semakin tinggi, namun dokter spesilis hanya 19 orang, dan satu dokter terkadang harus tangani 80 pasien/harinya.
* Satu Dokter 80 Pasien Per Hari

LANGSA – Pemerintah Kota Langsa berharap Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara menyetujui penambahan sejumlah dokter spesialis di RSUD Langsa. Penambahan itu diperlukan mengingat jumlah pasien yang ditangani dokter melebihi standar minimal yang ditentutkan.

Saat ini dokter spesialis melayani 60-80 pasien per hari. Sementara, standar minimal untuk satu dokter melayani sekitar 20-30 pasien per hari.

“Kita berharap kepada Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi segera menyetujui penambahan sejumlah dokter spesialis yang dibutuhkan di RSUD Langsa. Karena kondisi di rumah sakit pasien terus meningkat tapi tenaga dokter spesialis hanya 19 orang,” kata Wakil Wali Kota Langsa, Drs Marzuki Hamid MM, saat melakukan sidak ke RSUD Langsa, kepada Serambi, Rabu (10/4).

Wakil Wali Kota didampingi Direktur RSUD Langsa, Dr Herman, dan sejumlah staf rumah sakit setempat, menambahkan, dari 19 orang dokter spesialis yang ada, selama ini mereka harus bekerja ekstra demi melayani masyarakat yang datang berobat.

Dr Herman mengatakan, bila pasien sedang membludak, para dokter yang bertugas terkadang harus melayani pesien hingga 80 orang lebih. “Walaupun memiliki dampak tidak baik seperti ketidakpuasan pasien maupun hal negatif lainnya namun risiko tersebut terpaksa dipikul oleh dokter. Untuk mengatasi hal ini, cara satu-satunya adalah penambahan dokter spesialis di RSUD Langsa,” ujarnya.

Menurut Wakil Wali Kota Langsa, dari data dan laporan pihak rumah sakit, setiap harinya RSDU Langsa harus melayani sekitar 500-700 pasien. Untuk pasien rawat inap sekitar 30 persen, dan selebihnya 70 persen pasien yang terdiri dari dari Kota Langsa, Aceh Tamiang, dan Aceh Timur yang berobat jalan, atau melakukan chek-up kesehatan berkala dan lainnya.

Selain itu, RSUD Langsa hingga kini juga belum memiliki empat dokter spesialis yang mendesak dibutuhkan, yakni dokter spesialis orthopedi (bedah tulang), spesialis psikiatri (ahli jiwa), spesialis anastesi (ahli bius), spesialis urologi (saluran kemih). “Setidaknya untuk empat jenis dokter spesialis ini dibutuhkan 1-2 orang, karena selama ini pasien yang mengalami penyakit menyangkut empat spesialis tersebut harus dirujuk ke Medan maupun Banda Aceh,” katanya.

Ia mengatakan, terkait kebutuhan dokter spesialis di RSUD Langsa, Pemko Langsa melalui Surat Wali Kota Langsa, Usman Abdullah SE, telah melayangkan permohonan ke Menpan RI dan Kemenkes RI, pada Desember 20012 lalu untuk penambahan kuota penerimaan PNS, khusus tenaga dokter spesialis.

“Kita berharap Menpan RI dapat menyahuti kebutuhan dokter sepesialis di RSUD Langsa, agar persoalan kekurangan dokter spesialis di rumah sakit dapat segera teratasi,” katanya. (c42) 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved