Rabu, 10 Juni 2026

Krisis Air Bersih di Abdya Berlanjut

Krisis air bersih yang melanda sebagian wilayah Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) masih terus berlanjut

Tayang:
Editor: hasyim
BLANGPIDIE - Krisis air bersih yang melanda sebagian wilayah Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) masih terus berlanjut. Hingga Jumat (19/4) kemarin, suplai air dari Sistem Pengelolaan Air Minum (SPAM) ke rumah pelanggan masih macet. Pengelola SPAM mengatakan, masih macetnya suplai air bersih ke rumah pelanggan itu disebabkan karena masih adanya pembersihan pada pipa yang tersumbat akibat hujan deras.

Sejumlah pelanggan kepada Serambi, Jumat (19/4) mengaku kecewa dengan pelayanan UPTD SPAM yang hingga kini belum bisa mengatasi krisis air bersih yang terjadi dalam sepuluh hari terakhir ini. “Air merupakan kebutuhan pokok. Apa pengelola SPAM itu tidak tahu bahwa sudah 10 hari suplai air bersih ke rumah pelanggan macet,” kata Wahyudi, seorang pelanggan air bersih.

Wahyudi, mengakui dalam beberapa hari ini sering bangun tengah malam menghidupkan mesin air dengan maksud mendapatkan air bersih, namun air bersih yang didistribusikan SPAM ke rumahnya tak kunjung mengalir. Kondisi itu memaksakannya membeli air isi ulang dan numpang mandi ke rumah tetangga yang memiliki sumur tanah.

 Penyumbatan pipa
Kadis Pekerjaan Umum (PU) Abdya, Rahwadi ST yang dijumpai di ruang kerjanya, Jumat (19/4) membenarkan bahwa dalam beberapa hari ini suplai air bersih ke rumah pelanggan macet. Tersendatnya distribusi air ke rumah warga itu disebabkan terjadinya penyumbatan pada pipa di Intake Alue Sungai Pinang setelah diguyur hujan deras.

Rahwadi mengakui, selama ini suplai air ke rumah-rumah pelanggan sering macet, atau belum maksimal. Selain terganggu karena musim hujan, juga kapasitas SPAM Intake Alue Sungai Pinang, Kecamatan Jeumpa sistem grafitasi yang dibangun Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) tahun 2007 itu sangat terbatas, yakni hanya mampu memproduksi air 10 liter perdetik.

Sementara jumlah pelanggan sudah mencapai 1.407 yang tersebar di tiga kecamatan, yakni Kecamatan Jeumpa, Kecamatan Susoh dan Kecamatan Blangpidie. “Sebenarnya kapasitas produksi 10 liter perdetik itu layaknya untuk 800 pelanggan.” katanya. (az)

Tak Ada Biaya Perbaikan

Tidak maksimalnya suplai air bersih di Abdya juga dpicu memburuknya peralatan penunjang suplai air. Menurut, Kadis Pekerjaan Umum (PU) Abdya, Rahwadi ST, Pipa di Intake Alue Sungai Pinang itu sudah menyempit akibat berkarat. Bahkan jika hal ini tidak segera ditangulangi, maka suplai air bersih ke rumah pelanggan tetap macet.

“Sudah banyak jaringan yang harus diperbaiki, karena bocor dan menyempit akibat berkarat. Tapi sehubungan tidak tersedianya biaya operasional untuk itu, maka perbaikan tidak bisa dilakukan,” katanya seraya berharap kepada panitia anggaran supaya ke depan lebih memperhatikan hal-hal yang dibutuhkan. (az)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved