Pedagang Pasar Inpres Resah
Pasar Inpres Kota Takengon, Aceh Tengah segera direhab pada tahun ini melalui dana APBK 2013, terkait adanya pengukuran dari
TAKENGON - Pasar Inpres Kota Takengon, Aceh Tengah segera direhab pada tahun ini melalui dana APBK 2013, terkait adanya pengukuran dari kontraktor pelaksana. Tak pelak, para pedagang, yang didominasi ibu-ibu dengan jumlah puluhan orang mendatangi gedung DPRK untuk menyampaikan protes, karena belum ada tempat baru atau relokasi, Sabtu (20/4), sekira pukul 12.00 WIB.
Kedatangan para pedagang itu untuk mempertanyakan rencana relokasi para menyusul adanya rencana komplek pasar tersebut direhab. Sehingga, para pedagang mulai resah, apalagi Wakil Bupati Aceh Tengah, Drs H Khairul Asmara, beberapa waktu lalu telah memutuskan, apabila terjadi relokasi akan dibicarakan dulu bersama para pedagang.
Namun keresahan para pedagang yang berjualan di Komplek Pasar Inpres, semakin menjadi ketika beberapa hari lalu, seorang kontraktor telah melakukan pengukuran di komplek pasar tersebut. Pihak kontraktor tersebut beralasan proyek pembangunan Pasar Inpres akan segera dikerjakan dan para pedagang diminta untuk bersiap-siap direlokasi.
Atas dasar informasi yang disampaikan oleh oknum kontraktor itu, sehingga para pedagang menjadi resah dan akhirnya mengadu ke dewan. “Hari ini (kemarin-red) kami mempertanyakan kepastian informasi yang terkesan provokasi, karena pernyataan kontraktor itu telah membuat para pedagang resah,” ujar Sekretaris Asosiasi Pedagang Pasar Tradisional dan Pedagang Kaki Lima (AP2TPKL) Zam Zam Mubarak, Sabtu (20/4) di gedung dewan.
Dia mengungkapkan, sebagian pedagang ada yang menangis, lantaran bingung kalau-kalau dalam tiga hari disuruh pindah, dan tidak tahu harus pindah kemana. Menurut Zam Zam, sesuai pertemuan dengan wakil bupati dan anggota dewan beberapa waktu lalu, pada prinsipnya para pedagang tidak menolak apabila direlokasi, tetapi saat ini ditunda terlebih dahulu, sampai tempat baru disediakan pemkab.
Namun, sebutnya, pemerintah harus menyediakan tempat yang layak, apalagi jika diminta pindah dalam waktu dekat karena para pedagang akan kesulitan lantaran ada yang harus mencicil pinjaman di bank. “Nah dengan adanya provokasi tersebut, kami para pedagang menjadi tidak tentram, apalagi dalam tiga hari ini, akan dibongkar komplek pasar inpres ini,” ujar Zam-Zam Mubarak.
Sedangkan kedatangan para pedagang itu diterima langsung oleh Ketua DPRK Aceh Tengah, Zulkarnain, Wakil Ketua M Nazar, dan Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan ESDM, Drs Munzir MM. Dalam pertemuan yang berlangsung di ruang sidang dewan, para pedagang menyampaikan berbagai persoalan, termasuk informasi provokasi yang disampaikan oleh seorang oknum kontraktor yang akan mengerjakan pembangunan pasar tersebut.(c35)