Banjir Kembali Terjang Blangkejeren
Hujan deras yang mengguyur sejumlah wilayah Kabupaten Gayo Lues (Galus) pada Rabu (24/4) malam, sekitar pukul 23.30 WIB
BLANGKEJEREN - Hujan deras yang mengguyur sejumlah wilayah Kabupaten Gayo Lues (Galus) pada Rabu (24/4) malam, sekitar pukul 23.30 WIB telah menyebabkan lima desa di Kecamatan Blangkejeren diterjang banjir. Bupati Galus, Ibnu Hasim langsung meninjau lokasi banjir untuk mencegah bencana serupa terulang lagi dengan membangun tanggul sungai.
Dilaporkan, banjir dari luapan Sungai Penampaan mulai surut pada Kamis (25/4) jelang pagi, sekitar pukul 03.00 WIB. Insiden serupa telah terjadi pada 10 April 2013 lalu dan diperkirakan, jika tidak ditanggulangi segera, banjir lebih besar akan terjadi.
Desa yang terendam banjir yaitu Kutelintang, Bacang, Durin, Bukit dan Leme dengan ketinggian air mencapai setinggi lutut orang dewasa. Pada pagi hari, Ibnu hasim didampingi Kepala BPBD, Kadis Pengairan dan Camat Blangkejeren meninjau lokasi banjir.
Penghulu Kutelintang, M Yusuf yang ditemui Serambi di lokasi menyatakan air mulai naik sekira pukul 23.30 WIB dan surut sekitar pukul 03.00 WIB. Dia mengungkapkan warga yang tinggal di sepanjang DAS Penampaan itu terus berjaga-jaga hingga air itu surut. “Banjir datang saat warga sedang tertidur, tetapi tidak ada korban jiwa, kecuali ratusan hektare areal pertanian rusak,” katanya.
Sedangkan Penghulu Desa Bacang, Abd Rahman mengatakan, sekitar puluhan hektare areal pertanian juga rusak diterjang banjir. Bahkan, sebutnya, ruah salah seorang warganya, bernama Sudirman (35) terancam hanyut seusai DAS Penampaan dikeruk.
“Warga sangat berharap, agar pemerintah segera mencegah banjir tidak terjadi lagi, dengan membangun tanggul dan irigasi, serta pengerukan sungai sepanjang DAS yang dangkal, sekitar 2 kilometer, “kata Abd Rahman dibenarkan para pdari empat desa lainnya.(c40)