Nelayan Desak Pemkab Keruk Kuala Panteraja
Ratusan nelayan di Kuala Panteraja, Pidie Jaya, mendesak Pemkab melalui Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) segera mengeruk mulut
Penasehat Panglima Laot Lhok Panteraja, Muhammad Bentara kepada Serambi Jumat (26/4) mengatakan, pascabencana alam tsunami tahun 2004 kondisi Kuala Panteraja sudah dangkal dan sulit dilalui boat nelayan.
Ia mengatakan, selama sembilan tahun tersebut, ratusan boat milik nelayan dari Kecamatan Panteraja itu ketika memasuki mulut kuala dan hendak menambatkan boat di dermaga terpaksa menunggu air pasang.
Jika tidak segera diupayakan pengerukan, lanjutnya, tidak tertutup kemungkinan bangunan dermaga yang telah dibanggun akan menjadi sia-sia. “Kami mendesak agar Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) untuk melakukan pengurukan kuala sepanjang 1 Km agar boat nelayan lebih mudah merapat ke dermaga,”katanya.(c43)
Dana Telah Diusulkan
Menanggapi desakan para nelayan untuk pengerukan kuala Panteraja itu, Kadis DKP Pidie Jaya, Ir Jailani kepada Serambi mengatakan, pihaknya telah mengusulkan dana ke provinsi serta ke pusat melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebesar Rp 42 miliar pada tahun 2012 lalu.
Menurutnya, dana yang diusulkan itu mencakupi untuk tiga pekerjaan, yakni pengerukan, pembangunan batu penahan ombak, dan pembangunan jetty. Pihaknya berharap agar usulan dana itu dapat direalisasikan pada tahun 2014 mendatang.(c43)