Minggu, 21 Desember 2014
Serambi Indonesia

PLTU Nagan Raya Mulai Pasok Listrik

Senin, 29 April 2013 11:39 WIB

* Untuk Atasi Krisis

SUKA MAKMUE - Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Nagan Raya di Desa Suak Puntong, Kecamatan Kuala Pesisir, kini mulai memasok arus listrik ke sebagian wilayah Aceh melalui pembangkit yang menggunakan material batu bara yang dialirkan secara interkoneksi.

“Meski baru dalam tahap uji coba, namun pasokan listrik dari PLTU Nagan Raya sudah mulai disalurkan,” kata Manajer Unit Pelaksana Konstruksi (UPK) PLTU Nagan Raya, Yasir, kepada Serambi, Minggu (28/4) kemarin.

Menurutnya, di PLTU Nagan terdapat dua unit mesin pembangkit listrik, masing-masing dengan kapasitas 1 x 110 Megawatt (MW). Untuk saat ini, mesin yang sudah dioperasikan baru satu unit saja. Sedangkan sisanya kemungkinan dioperasikan pada Agustus mendatang, setelah semua persiapan untuk pembangkit listrik ini dituntaskan.

Yasir mengakui, dengan telah beroperasinya satu unit pembangkit listrik dengan status uji coba itu, maka persoalan kelistrikan yang selama ini mendera pantai barat dan selatan Aceh, mulai teratasi karena arus yang dialirkan sangatlah besar dan bisa memenuhi kebutuhan sebagian besar konsumen.

Ditanya Serambi mengapa sampai sekarang masih ada pemadaman listrik di sejumlah wilayah di Aceh, Yasir menyatakan hal itu kemungkinan karena faktor alam atau cuaca yang turut mengganggu pasokan arus listrik ke konsumen. Misalnya, karena pohon tumbang akibat angin kencang, trafo rusak/terbakar, atau sebab lainnya.

“Secara umum pasokan listrik dari PLTU Nagan Raya tak ada masalah sama sekali, namun kalau ada pemadaman, maka hal itu murni akibat faktor alam,” tukasnya.

Yusri menambahkan, pasokan listrik di pantai barat Aceh, mulai dari Lamno (Aceh Jaya) hingga ke Blangpidie (Aceh Barat Daya) yang kebutuhan listriknya sebesar 28 MW, sampai saat ini masih normal dan tidak ada kendala. Apalagi sudah berfungsi satu dari dua pembangkit di PLTU Nagan Raya yang kapasitasnya 110 MW.

“Apabila tak ada gangguan faktor alam atau cuaca, maka arus listrik di pantai barat-selatan Aceh ini juga akan semakin lebih baik, karena pasokan listrik langsung dialirkan dari PLTU Nagan Raya yang kini selesai dibangun,” pungkas Yusri.

Sementara itu, Kahumas PT PLN Wilayah Aceh, Said Mukarram yang dihubungi Serambi di Banda Aceh tadi malam menyebutkan, dengan beroperasinya satu dari dua unit pembangkit di PLTU Nagan Raya itu maka kendala kelistrikan di wilayah Aceh Jaya, Aceh Barat, Nagan Raya, hingga Aceh Barat Daya bakal teratasi. “Jadi, cakupannya belum untuk seluruh Aceh,” kata Said.

Khusus untuk daerah-daerah di pantai timur, kata Said, baru akan terbantu arus listriknya oleh PLTU Nagan apabila jaringannya tersambung dengan transmisi yang ada di wilayah Geumpang, Pidie.

“Pendeknya, kalau berhubungan langsung dengan jalur Geumpang yang tersedia melalui tower transmisi 150 KV, maka daerah-daerah di pantai timur pun sudah lumayan aman kondisi listriknya, karena sudah bisa interkoneksi dengan PLTU Nagan Raya,” ujar Said.

Sebelumnya, General Manager PT PLN Wilayah Aceh, Ir Sulaiman Daud mengatakan, pasokan arus listrik baru benar-benar normal di seluruh Aceh apabila pembangkit-pembangkit besar seperti di Pangkalan Susu (Sumut) dan PLTU Nagan Raya, berfungsi penuh sebagaimana direncanakan. “Satu lagi pembangkit di PLTU Nagan akan berfungsi pada Agustus tahun ini,” kata Sulaiman Daud. (edi/dik)
Editor: bakri

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas