Petani Dilatih membudidayakan Rotan
Sebanyak 18 petani Pidie dan Aceh Besar, Senin (29/4) mengikuti pelatihan budidaya dan kerajinan rotan. Acara berlangsung dua hari itu digelar
Menurut Basri, pengembangan rotan di Pidie dirasakan sudah minim. “Mendengar kata rotan sudah sangat asing,”katanya. Karena itu, diharapkan pelatihan itu adanya tindak lanjut, sehingga masyarakat dapat menerima manfaat. “Banyak masyarakat menggantungkan hidup pada rotan. Jangan sampai ilmu terbengkalai tidak ada yang peduli dan menerapkan,” pinta Camat Muara Tiga.
Sementara itu, Project Direktur LSM Pupuk asal Bandung, L Tanjung mengatakan, organisasi itu sudah lahir 30 tahun. “Kita sudah mengajari industri rotan ke beberapa daerah,” ujar L Tanjung asal Sumatera Utara tersebut. Menurut L Tanjung, LSM Pupuk adalah perkumpulan untuk peningkatan usaha kecil yang berdomisi di Bandung, tapi ada juga perwakilan di Aceh.
Sementara itu, Kabid Hutan Rakyat dan Pengembangan Usaha Kehutanan Dinas Kehutanan Perkebunan (dishutbun) Pidie, Ibnu Hajar kepada Serambi sebelum acara itu dimulai mengatakan, tidak ada data yang kuat terkait luas areal tanaman rotan. Namun, ia memastikan seluruh hutan di Pidie ada rotan.
“Yang paling dominan di empat kecamatan yakni Geumpang, Tangse, Mane dan Keumala,” katanya. Ia menambahkan, hingga kini belum pernah ada donatur bekerja sama mengembangkan budidaya rotan hingga rencana membuat demplot seperti digagas oleh LSM Pupuk tersebut.(aya)