Mahasiswa Tolak Subsidi BBM Dicabut
Aksi unjuk rasa menolak subsidi bahan bakar minyak (BBM) dicabut kembali terjadi di Banda Aceh
“Kebijakan tersebut adalah bentuk pengkhianatan terhadap umat Islam, yang notebene merupakan komponen mayoritas di Indonesia,” kata Ketua Umum Pengurus Daerah Gerakan Mahasiswa Pembebasan Banda Aceh, Hari Anugrah dalam pernyataan sikapnya, Jumat (4/5).
Massa datang dengan membawa sejumlah poster dan tuntutan, berorasi di depan pintu gerbang DPR Aceh di bawah pengamanan pihak kepolisian. Dalam orasinya massa mengecam kebijakan pemerintah yang rencana akan mencabut subsidi BBM. Atau dengan kata lain, menaikkan harga BBM menjadi Rp 6.500 sampai Rp 7.000 per liter.
Menurut Hari, rencana kenaikan BBM merupakan tindakan politis pemerintah agar mendapat utang sebagaimana yang dilakukan Bank Dunia dengan menjadikannya sebagai syarat pemberiaan pinjaman.
“Implikasi kebijakan ini terhadap rakyat sangat jelas. Meskipun pemerintah berkelit pencabutan subsidi ditunjukan untuk mobil plat hitam. Namun secara nyata kebijakan itu berdampak pada kenaikan harga barang. Termasuk barang kebutuhan pokok rakyat,” ujar Hari. Setelah menyampaikan orasi dan pernyataan sikap, para pendemo yang berjumlah sekitar belasan orang ini membubarkan aksinya dengan tertib.(sar)