DAS Krueng Woyla Tercemar Limbah
Limbah hasil pengolahan kelapa sawit pada PT Mopoli Raya dikeluhkan oleh masyarakat di 13 desa dalam Kecamatan Woyla Timur, Aceh Barat
* PT Monopoli Janji Tangani
MEULABOH - Limbah hasil pengolahan kelapa sawit pada PT Mopoli Raya dikeluhkan oleh masyarakat di 13 desa dalam Kecamatan Woyla Timur, Aceh Barat. Pasalnya, limbah yang selama ini ditampung pada kolam pembuangan itu diduga bocor sehingga ikut mencemari sungai di wilayah itu.
Akibatnya, masyarakat yang selama ini menggunakan air sungai sebagai air konsumsi dan kebutuhan sehari-hari itu mengeluh karena air di sungai itu tak bisa digunakan lagi. “Persoalan ini sudah berulang kali kami sampaikan kepada pihak perusahaan untuk segera ditangani, akan tetapi sampai sekarang belum ada solusinya,” kata Rizwan MA selaku anggota DPRK Aceh Barat kepada Serambi, Kamis (9/5).
Menurutnya, dampak yang ditimbulkan dari pembuangan limbah ke aliran Krueng Woyla itu menyebabkan masyarakat di 13 desa tak bisa lagi mengkonsumsi air sungai karena sudah tercemar pembuangan limbah.
Persoalan tersebut, menurut Rizwan sebetulnya sudah pernah beberapa kali disampaikan pihak DPRK supaya masalah ini segera diatasi karena mengancam kesehatan masyarakat. Namun sampai sekarang pihak perusahaan terkesan diam dan lepas tangan sehingga masyarakat semakin mengeluh.
Politisi Partai Aceh ini berharap pihak PT Mopoli Raya Aceh Barat segera mengambil langkah tepat guna mengatasi kebocoran limbah ini, sehingga diharapkan kelestarian lingkungan bisa terjaga dengan baik dan tak lagi dikeluhkan masyarakat karena air sungai di Krueng Woyla itu sangat bermanfaat bagi masyarakat. (edi)
13 desa terkena dampak
Desa Alue Kuyun, Blang Dalam, Buket Meugajah, Blang Makmue, Gampong Baro KB, Alue Meuganda, Tuwi Eumpeuk, Alue Suralen, Rambong Pinto, Blang Luah, Gunong Manyang, Seuneubok Dalam
* Tanggapan PT Mopoli
Sedang Kita Benahi
Manajer Pabrik Kepala Sawit (PKS) PT Mopoli Raya, Ir M Irwan Siregar yang dikonfirmasi Serambi, Jumat (10/5) sore sekitar pukul 14.56 WIB via ponselnya mengaku pihaknya sedang berupaya membenahi sejumlah kolam pembuangan limbah yang ada di sekitar kompleks perusahaan perkebunan, dengan harapan persoalan ini kedepan tak lagi terjadi.
Ia mengaku persoalan kebocoran limbah ini sebetulnya sudah pernah dilaporkan oleh masyarakat sejak beberapa bulan yang lalu, dan kini sedang ditangani guna melakukan pembenahan. Irwan menargetkan pembenahan yang sedang dilakukan ini akan rampung akhir bulan Mei 2013 ini.
Kata Irwan, limbah yang dihasilkan dari pengolahan tandan buah segar (TBS) Sawit yang dilakukan pihaknya itu juga tidak mengandung bahan Kimia. Karena pengolahannya tetap dilakukan secara alami sehingga tidak begitu berbahaya. Namun pihaknya berjanji kebocoran limbah seperti yang selama ini dikeluhkan masyarakat dipastikan tak akan lagi terjadi.
“Kami juga sudah bekerjasama dengan pihak aparat desa guna mencari solusi terhadap persoalan ini dengan menyediakan fasilitas air sumur bor dan masyarakat tak lagi mengkonsumsi air sungai, namun hal ini tentunya dilakukan bertahap dengan koordinasi semua pihak,” pungkasnya. (edi)