Lintasan Galus-Abdya Putus
Lagi, jalan provinsi dari Kabupaten Gayo Lues (Galus) ke Blangpidie, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) putus total sejak
BLANGKEJEREN - Lagi, jalan provinsi dari Kabupaten Gayo Lues (Galus) ke Blangpidie, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) putus total sejak beberapa hari lalu. Sejumlah ruas jalan amblas di beberapa titik, seusai kawasan ini terus diguyur hujan deras, sehingga tidak ada lagi kenderaan yang bisa melintas, termasuk sepeda motor.
Berdasarkan informasi yang diperoleh Serambi, kemarin dari sejumlah sumber, badan jalan amblas terparah terdapat di kawasan Kelele, Kampung Terlis Kecamatan Terangun sepanjang 15 meter lebih. “Tidak ada lagi kendaraan yang melintasi jalur ini, setelah satu badan jalan amblas sepanjang 15 meter lebih,” ujar Jamaluddin, warga Terangun, kepada Serambi, Selasa (14/5) siang.
Dia menyatakan warga meminta pemerintah provinsi untuk segera memperbaiki jalan yang amblas tersebut. Jamaluddin menambahkan jalur alternatif menuju Abdya ini, telah dijadikan sebagai jalur pertukaran barang antara Galus dengan Abdya selama ini.
Dia mencontohkan, para pedagang Galus biasanya membawa sayur-sayuran, seperti cabai dan tembakau ke Abdya, begitu juga sebaliknya, para pedagang Abdya, membawa ikan laut segar ke Galus. “Pemerintah seharusnya bergerak cepat dalam menangani kerusakan jalan yang terjadi wilayah ini,” ujarnya didampingi sejumlah warga Terangun lainnya.
Hal serupa juga dibenarkan Kadis PU Galus melalui Kabid Bina Marga Abd Rasad ST. Dia mengaku telah mendapat laporan dari warga Kecamatan Terangun, tentang putusnya jalur dari Galus ke Abdya dan telah melaporkan ke pihak provinsi, tetapi belum juga ditangani sama sekali sampai kemarin sore.
Berdasarkan catatan Serambi, jalur Galus-Abdya juga sempat putus pada Kamis (28/2/2013) malam, seusai jalan ditutupi longsor di Desa Ketukah, Kecamatan Blangjerango, Galus. Ruas jalan dari Blangkejeren-Terangun yang dipenuhi rumput berduri dan sebagian amblas belum juga diperbaiki dan Ibnu Hasim pada Jumat (22/2/2013) meminta tanggungjawab Dinas Bina Marga Provinsi Aceh untuk segera memperbaiki jalan rusak tersebut.
Pada Selasa (5/3/2013) pagi, sekira pukul 04.00 WIB, lintasan dari Blangkejeren ke Terangun, (Galus) tertimbun longsor di kawasan Gajah Gejut, Kecamatan Terangun. Puluhan meter badan jalan tertimbun material longsor, berupa batu besar, potongan kayu dan tanah lumpur, salah satunya akibat box curvet (saluran) tersumbat.
Ruas jalan dari Galus sampai Aceh Barat Daya (Abdya) yang rusak parah ternyata diperbaiki asal jadi. Baru dua hari diperbaiki, jalan yang berlubang atau juga amblas kembali seperti semula, sehingga masih sulit dilintasi kendaraan roda empat, bahkan roda dua, seperti pantauan Serambi, pada Rabu (20/3/2013).
Sejumlah warga Terangun pada Kamis (11/4/2013) menyatakan jalan provinsi dari Blangkejeren-Terangun, Galus sampai Abdya masih dibiarkan rusak, seperti lubang masih bertaburan, rumput berduri dan lainnya. Lintasan jalan provinsi dari Blangkejeren menuju Terangun sepanjang 42 kilometer bertabur lubang sejak beberapa tahun terakhir ini. Di antaranya, terdapat di depan Masjid Agung As-Shalihin Blangkejeren, Blower, Gunyak, dan Blangsere, seperti penelusuran Serambi, pada Sabtu (27/4/2013).(c40)