A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

Dua Dinas Baru Kerjakan 1 Proyek - Serambi Indonesia
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Jumat, 25 Juli 2014
Serambi Indonesia

Dua Dinas Baru Kerjakan 1 Proyek

Selasa, 21 Mei 2013 14:11 WIB
BANDA ACEH – Sampai 15 Mei 2013, dua dinas di jajaran Pemerintah Aceh masing-masing baru melaksanakan satu proyek yang didanai APBA tahun ini. Kedua dinas itu adalah Dinas Cipta Karya Aceh dan Dinas Pengairan Aceh. Dinas Cipta Karya baru melaksanakan satu proyek dari 1.243 paket yang dikelola dinas itu pada tahun ini. Sedangkan Dinas pengairan baru melaksanakan satu proyek dari 334 proyek yang dikelola dinas itu pada tahun ini.

“Hal tersebut sesuai dengan laporan Tim Percepatan dan Pengendalian Kegiatan (P2K) APBA Setda Aceh yang diterima Komisi D DPRA,” ujar Ketua Komisi D DPRA, Anwar Ramli SPd dalam rapat dengar pendapat dengan empat dinas mitra kerjanya, di Ruang Badan Anggaran DPRA, Senin (20/5). Keempat dinas tersebut adalah Dinas Bina Marga, Dinas Cipta Karya, Dinas Pengairan, dan Dishukomintel Aceh.

Berdasarkan laporan yang disampaikan perwakilan keempat dinas itu, menurutnya, daya serap keuangan juga masih sangat rendah yaitu baru 0,4 persen dari pagu anggaran yang dikelola tahun ini yang mencapai Rp 1,4 triliun. “Kinerja Dinas Cipta Karya Aceh betul-betul sangat lamban,” ungkapnya.

Pada bagian lain, ia mengatakan, salah satu bukti kinerja Dinas Pengairan juga lamban, yaitu, proyek yang baru direalisasikannya sama dengan Dinas Cipta Karya baru satu paket, tapi daya serap keuangannya sudah mencapai 1,5 persen dari pagu anggaran yang dikelolanya tahun ini sebesar Rp 780 miliar. Paket proyek yang dikelola Dinas Pengairan Aceh yaitu 334 paket.

Menurut Anwar, pihaknya juga mempersoalkan ketidakhadiran Kadis Cipta Karya Aceh, Anwar Ishak, dalam pertemuan itu. “Anggota Komisi DPRA tak menerima Kadis Cipta Karya Aceh hanya diwakili seorang kepala bidang. Karena, undangan rapatnya diteken Pimpinan DPRA dan  yang harus hadir adalah kadis, bukan bawahannya,” ungkap Ketua Komisi D DPRA ini.

Pernyataan hampir senada juga disampaikan anggota Komisi D lainnya, Muhubussubri, Ibnu Rusdi, Muslim Usman, Muhammad Thanwier Mahdi, dan Umuruddin Desky.

Kadis Bina Marga Aceh, Zahruddin mengatakan, masih sedikit perusahaan yang belum merealisasikan pekerjaan fisik proyeknya di lapangan, karena saat ini perusahaan yang telah mengambil uang muka kerja sedang melakukan mobilisasi peralatan kerjanya ke lokasi proyek. Bulan depan, semua perusahaan yang telah mengamprah uang muka, sudah bekerja.

Kadis Cipta Karya Aceh, Ir Hasanuddin mengatakan, proyek konstruksi yang sudah diteken kontrak sebanyak 44 paket. Pengusahanya berjanji, setelah menarik uang muka kerja pada minggu ini sebesar 20 persen akan merealisasikan fisik proyeknya. Selain itu, 468 paket proyek yang penunjukan pemenangnya sudah dilakukan, dalam minggu ini akan meneken kontrak.

Realisasi pelaksanaan konstruksi proyek fisik pada Dinas Cipta Karya lamban, menurut Hasanuddin, di samping jumlah paket proyeknya mencapai 1.243 paket, yang merupakan limpahan dari Dinkes Aceh, Disdik Aceh, dan kabupaten/kota, juga karena persiapan tender proyek dari kabupaten/kota lamban. “Misalnya, saat pemasukan penawaran tender terlambat, maka penetapan pemenang juga ikut terlambat. Sedangkan kinerja internal Dinas Cipta Karya Aceh sudah berjalan cukup kencang,” ujar Hasanuddin.

Kadis Perhubungan, Komunikasi, Informasi dan Telematika Aceh, Prof Dr Husaini MSc menjawab pertanyaan anggota Dewan tentang sinyalemen sopir truk tentang kutipan ilegal yang dilakukan petugas Dishub di jembatan timbang Seumadam, Aceh Tamiang dan Jontor, Subulussalam mengatakan, hal ini disebabkan minimnya dana operasi yang tersedia. “Untuk itu, dalam RAPBA perubahan 2013, kami memohon Komisi D menyetujui usulan anggaran untuk biaya operasi kedua jembatan timbang tersebut,” harapnya.(her) 
Editor: bakri
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas