Tuntut Honor
Keuchik di Abdya Tuntut Honor
Kendati sudah hampir memasuki bulan Juni, namun honor ratusan keuchik dan aparatur desa di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya)
BLANGPIDIE - Kendati sudah hampir memasuki bulan Juni, namun honor ratusan keuchik dan aparatur desa di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) untuk tahap pertama (Januari-April) belum juga dibayar. Sementara Kantor Pemberdayaan Masyarakat, Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Sejahtera (KPMPPKS) mengatakan pembayaran jerih aparatur desa itu masih harus menunggu turunnya Peraturan Bupati (Perbup).
Keuchik Desa Ladang Panah, Kecamatan Manggeng, Nisai kepada Serambi, Senin (21/5) di Blangpidie, mengaku kecewa dengan kebijakan Pemkab setempat yang hingga kini belum membayar honor keuchik dan aparatur desa jatah tahap pertama (Januari-April). “Biasanya honor keuchik sebesar Rp 1.500.000/bulan itu dibayar empat bulan sekali. Tapi sudah mamasuki bulan keenam honor Januari-April belum juga dibayar,” katanya.
Hal ini dibenarkan Keuchik Tengah Manggeng, Sudirman, yang mengatakan, bukan hanya honor 152 keuchik, aparatur desa dan 20 kepala mukim yang belum dibayar, namun dana Bantuan Pemberdayaan Gampong (BPG) tahap pertama juga belum direalisasikan.
Kondisi ini jelas mengakibatkan para keuchik, aparatur desa dan kepala mukum di kabupaten itu sangat kewalahan dalam melaksanakan tugasnya. Sebab untuk biaya perjalanan dinas dan pengadaan alat tulis kantor (ATK) saja harus berutang ke sana-sini dengan janji dibayar setelah tulah itu dibayar.
Karena itu para kepala desa dan kepala mukim sangat berharap tulah tahap pertama itu segera dibayar. “Kami berharap tulah dana BPG tahap pertama itu dibayar secepatnya,” katanya.(az)