Pemotongan BSM
Ketika Jatah Si Miskin Terusik
KETUA Komisi E DPRK Pidie yang membidangi pendidikan, Khairil Syahrial sangat menyesalkan terjadinya pemotongan jatah murid berupa
Menurut Khairil, seharusnya kejadian (pemotongan dana murid) seperti di SDN 2 Teubeng tidak terjadi, karena risikonya sangat besar, seperti kemarahan wali murid yang merasa hak-hak untuk kepentingan pendidikan putra-putri mereka terganggu. “Padahal dana tersebut diberikan untuk mengatasi kesulitan murid dalam membeli perlengkapan sekolah, terutama murid yang tidak menerima dana BOS,” kata Khairil.
Menurut penelusuran Serambi, khusus untuk SDN 2 Teubeng, total BSM yang dialokasikan tahun ini mencapai Rp 9.180.000. Rinciannya, tujuh anak (kelas VI) menerima masing-masing Rp 180.000 untuk enam bulan dan selebihnya masing-masing Rp 360.000/anak/tahun. “Bagi warga miskin, dana itu sangat membantu, makanya wajar saja kalau mereka mengamuk ketika hak anak-anak mereka dipotong,” kata Khairil didampingi Wakil Komisi E DPRK Pidie, Tgk Abdullah.(naz)