Breaking News
Rabu, 10 Juni 2026

Pemotongan BSM

Ketika Jatah Si Miskin Terusik

KETUA Komisi E DPRK Pidie yang membidangi pendidikan, Khairil Syahrial sangat menyesalkan terjadinya pemotongan jatah murid berupa

Tayang:
Editor: bakri
KETUA Komisi E DPRK Pidie yang membidangi pendidikan, Khairil Syahrial sangat menyesalkan terjadinya pemotongan jatah murid berupa bantuan siswa miskin (BSM) yang bersumber dari APBN.

Menurut Khairil, seharusnya kejadian (pemotongan dana murid) seperti di SDN 2 Teubeng tidak terjadi, karena risikonya sangat besar, seperti kemarahan wali murid yang merasa hak-hak untuk kepentingan pendidikan putra-putri mereka terganggu. “Padahal dana tersebut diberikan untuk mengatasi kesulitan murid dalam membeli perlengkapan sekolah, terutama murid yang tidak menerima dana BOS,” kata Khairil.

Menurut penelusuran Serambi, khusus untuk SDN 2 Teubeng, total BSM yang dialokasikan tahun ini mencapai Rp 9.180.000. Rinciannya, tujuh anak (kelas VI) menerima masing-masing Rp 180.000 untuk enam bulan dan selebihnya masing-masing Rp 360.000/anak/tahun. “Bagi warga miskin, dana itu sangat membantu, makanya wajar saja kalau mereka mengamuk ketika hak anak-anak mereka dipotong,” kata Khairil didampingi Wakil Komisi E DPRK Pidie, Tgk Abdullah.(naz)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved