Warga Meureudu Pertanyakan Bantuan Rumah Duafa
Warga Gampong Blang Awe, Kecamatan Meureudu, Pidie Jaya mempertanyakan bantuan rumah duafa pada Pemkab Pijay
MEUREUDU - Warga Gampong Blang Awe, Kecamatan Meureudu, Pidie Jaya mempertanyakan bantuan rumah duafa pada Pemkab Pijay, sebab dari usulan tujuh unit pada 2012 lalu, namun hanya satu unit yang direalisasikan.
“Semua rumah duafa yang kami usulkan adalah untuk orang miskin dan korban konflik dan sangat layak dibantu,”kata Keuchik Gampong Blang Awe, Razali A Gani kepada Serambi, Selasa (28/5). Ia menambahkan, ke tujuh unit rumah yang diusulkan itu masing-masing, untuk Hikaya, Marhaban Husen, Rasyid Ishaq, Bukhari Hasan, Syamaun, Eka Juwita, dan Mawardi.
Dari sejumlah rumah yang diajukan itu, tambah Razali, justru hanya satu rumah yang direalisasikan yakni untuk Hikaya. Dikatakan juga, diantara ketujuh usulan rumah bantuan itu, satu diantaranya yaitu untuk Eka Juwita adalah usulan yang disampaikan sejak tahun 2011 lalu dan selanjutnya diusulkan kembali pada tahun 2012.
Tapi sayangnya, kata Keuchik Gampong Blang Awe, usulan bantuan rumah untuk janda dua anak tersebut juga direalisasikan pada tahun 2013. Padahal, tambahnya, Bupati Pijay HM Gade Salam pada tahun lalu, pernah berjanji untuk membantu bantuan rumah duafa untuk janda Eka Juwita tersebut. “Kami menuntut janji Pak Bupati Pijay itu, selain memenuhi janji untuk membangun rumah janda Eka Juwita, juga membangun rumah untuk warga miskin lainnya yang telah diusulkan,”kata Keuchik Razalli A Gani.
Wakil Bupati Pidie Jaya, HM Yusuf Ibrahim yang dihubungi Serambi via telepon selularnya beberapa kali belum dapat tersambung. “Bapak masih di Kalimantan untuk mengikuti acara kedinasan bersama Asisten I Abdurrahman Puteh,”sebut Asisten III Setdakab Pijay, Abubakar SSos, kepada Serambi Selasa (28/5).(c43)