Rabu, 10 Juni 2026

Santri dan Warga Tutup Pantai Ulee Rubek

Ratusan santri dan warga Kecamatan Seunuddon, Minggu (9/6) siang kemarin, memutuskan menutup lokasi wisata Pantai Ulee Rubek

Tayang:
Editor: bakri
LHOKSUKON - Ratusan santri dan warga Kecamatan Seunuddon, Minggu (9/6) siang kemarin, memutuskan menutup lokasi wisata Pantai Ulee Rubek, Bantayan, dan Teupin Kuyuen, kecamatan setempat. Tokoh masyarakat setempat menyatakan, lokasi wisata di tiga desa ini akan kembali dibuka untuk umum, setelah warga memasang rambu-rambu berisi peringatan agar pengunjung mematuhi aturan (syariat) Islam.

Informasi yang dihimpun Serambi kemarin, penutupan pantai ini melibatkan sekitar 500 santri dari berbagai dayah dan warga di kecamatan Seunuddon. Mereka meminta para pengunjung untuk kembali karena lokasi wisata itu ditutup sementara untuk umum.

Pimpinan Dayah Nahjatul Fatta, Desa Paya Dua Uram, Seunuddon, Tgk Arifuddin MS, penutupan lokasi wisata ini dilakukan warga dan santri karena khawatir dengan ulah sebagian pengunjung yang masih mengabaikan syariat Islam.

“Tiga pekan lalu, kami buat doa bersama di bibir pantai agar kita terhindar dari bala. Meski ada doa bersama di situ, pengunjung tetap saja mandi denagn pakaian ketat, celana pendek, dan tanpa mengenakan jilbab. Ini tak sesuai syariat,” terang Tgk Arifuddin.

Ditambahkan, berdasarkan kesepakatan warga, pekan depan lokasi wisata ini akan dibuka kembali untuk umum. Warga akan memasang papan pengumuman berisi syarat yang harus dipatuhi oleh pengunjung.

“Penutupan obyek wisata ini sudah kami laporkan ke Muspika Seunuddon. Ke depan, kita akan buat pembenahan fasilitas seperti mushalla dan lain sebagainya,” terang Tgk Arifuddin.

Panglima Laot Seunuddon, Amir Yusuf menyebutkan dalam waktu dekat pihaknya akan melapor ke Pemkab Aceh Utara terkait pengelolaan obyek wisata Pantai Ulee Rubek. “Kita minta Pemkab nanti membantu melengkapi fasilitas di situ. Ada mushalla dan lain sebagainya. Sehingga menjadi lokasi wisata Islami,” pungkas Amir.

Catatan Serambi, lokasi wisata Pantai di Ulee Rubek, Bantayan, dan Teupin Kuyuen, banyak dikunjungi masyarakat dari berbagai kecamatan di Aceh Utara dan Aceh Timur. Setiap akhir pekan lokasi itu banyak dikunjungi keluarga, pasangan remaja maupun anak-anak untuk mandi dan melepas penat setelah sepekan bekerja.

Kapolres Aceh Utara AKBP Farid BE melalui Kapolsek Seunuddon, Iptu Mardan P mengatakan pihaknya sudah mengimbau kepada santri dan masyarakat yang menutup lokasi wisata itu agar tidak anarkis pada pengunjung yang datang.

“Silahkan berkomunikasi dengan baik pada pengujung sehingga mereka mengerti dan tidak jadi masuk ke lokasi wisata. Jika anarkis, dikhawatirkan akan terjadi insiden yang tidak diinginkan. Untuk itu, kami imbau jangan anarkis,” pungkas Kapolsek.(c46)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved