Rabu, 10 Juni 2026

Kenaikan BBM

Demo BBM di DPRA Rusuh

Demo menentang kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) berlangsung di hampir seluruh Indonesia, Senin (17/6)

Tayang:
Editor: bakri
zoom-inlihat foto Demo BBM di DPRA Rusuh
SERAMBI/BUDI FATRIA
Aparat Polresta Banda Aceh bentrok dengan mahasiswa yang berdemo menolak kenaikan harga BBM di depan Gedung DPRA, Banda Aceh, Senin (17/6).
* Di Lhokseumawe, Mahasiswa Serukan Pemerintah jangan Pekak

BANDA ACEH - Demo menentang kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) berlangsung di hampir seluruh Indonesia, Senin (17/6). Di Aceh, demo di depan Gedung DPRA di Banda Aceh rusuh setelah mahasiswa membakar ban dan menutup jalan.  

Pantauan Serambi, sekitar pukul 11.00 WIB massa yang menamakan diri Aliansi Mahasiswa Unsyiah Peduli Rakyat berkumpul dan melakukan aksi demo menentang kenaikan harga BBM di pinggir Jalan Tgk Daud Beureueh (depan Gedung DPRA), Banda Aceh.

Sekitar 25 menit pertama, aksi berlangsung tertib. Mahasiswa secara bergantian menyuarakan aspirasi yang intinya menentang kenaikan harga BBM. Massa menggoyang-goyang pintu pagar DPRA seraya meneriakkan ‘di mana anggota dewan terhormat’.

Aksi mulai berubah panas karena tak satu pun anggota dewan keluar menemui mereka. Massa mulai beralih ke badan jalan menyebabkan lalu lintas terganggu.

Mahasiswa menduduki badan Jalan Tgk Daud Beureueh dengan mengangkat spanduk bertuliskan ‘kenaikan harga BBM menyengsarakan rakyat’ disusul aksi mereka membakar ban yang telah dipersiapkan sebelumnya.

Melihat kondisi itu, sejumlah polisi berseragam lengkap yang berjaga-jaga di lokasi sempat meminta dan bernegosiasi agar demonstran beralih kembali ke pinggir jalan dengan tetap melakukan aksinya di pinggir jalan.

Namun, permintaan itu sepertinya tidak ditanggapi sehingga pembubaran paksa pun dilakukan. Mulai dari situlah aksi saling dorong dan adu jotos tak terelakkan, meski sebagian mahasiswa dan demonstran berusaha meredamnya. Situasi yang terlanjur memanas sulit dikendalikan, sehingga enam demonstran, termasuk koordinatornya diamankan polisi untuk dimintai keterangan.

Mahasiswa yang sempat dimintai keterangan masing-masing T Farhad Wardhana, Heriana Juanda, T Reza Maulana, Edwin Prayogi, M Zia Urrahman, dan Reza Maulana. Namun sekitar pukul 17.30 WIB kemarin, mereka diizinkan pulang dengan membuat surat pernyataan.

Sumber-sumber polisi menyebutkan, aksi demo di depan DPRA kemarin tidak mengantongi izin, Surat Tanda Terima Pemberitahuan (STTP) yang diketahui oleh pihak Satuan Intelkam Polresta, Banda Aceh, maupun pemberitahuan lisan.

Koordinator aksi, T Farhad Wardhana di sela-sela pemeriksaan oleh polisi mengakui kalau aksi yang dilancarkan tidak mengantongi STTP atau pemberitahuan secara lisan kepada polisi. Menurutnya, setelah diskusi dengan sejumlah rekan-rekannya, Senin (17/6) sekira pukul 02.00 WIB dini hari, akhirnya mereka sepakat demo.

“Saya juga tidak menginginkan situasi seperti ini. Apalagi sampai diperiksa polisi. Ini aksi pertama saya dan teman-teman sebagai bentuk kepedulian kami mahasiswa terhadap rencana pemerintah yang ingin menaikkan harga BBM. Mungkin cara kami yang salah dan itu kami akui,” ujarnya.

Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Moffan MK SH melalui Kasat Intelkam Kompol Ade Adriansyah Syaputra SIK, mengatakan sebenarnya polisi tidak akan melakukan pembubaran paksa, apalagi sampai memeriksa para demonstran.

Akan tetapi, kata Kasat Intelkam, karena aksi tersebut telah menjurus menggangu kenyamanan pengguna jalan, sehingga tidak dapat melewati arus yang ditutup oleh massa pengunjuk rasa tersebut, maka tindakan pembubaran paksa dilakukan. “Itu sudah menjadi prosedur tetap (protap) kami. Kalau memang berlangsung aman, biarkan saja. Tapi, kalau sudah mengarah mengganggu, itu sudah tidak dapat ditolerir lagi. Apalagi mereka tidak mengantongi izin menggelar aksi,” kata Kompol Ade Adriansyah.

Demo menentang kenaikan harga BBM juga digelar mahasiswa Fakultas Hukum Unimal, Lhokseumawe. Aksi berlangsung di Simpang Jam Lhokseumawe, Senin (17/6) sekitar pukul 10.00 WIB.

Dalam salah satu seruannya, mahasiswa mengimbau pemerintah jangan pekak karena BBM naik rakyat sengsara. “Kami meminta pemerintah tidak menaikkan harga BBM karena secara langsung akan membebani rakyat,” teriak Koordinator Aksi, M Iqbal.(mir/sar/bah

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved