Pembunuh Nelayan belum Terlacak
Polisi terus menyelidiki kasus pembunuhan terhadap Abdullah bin Muid (40), nelayan yang berstatus duda
LHOKSEUMAWE - Polisi terus menyelidiki kasus pembunuhan terhadap Abdullah bin Muid (40), nelayan yang berstatus duda. Namun, hingga kemarin polisi belum berhasil mengidentifikasi atau melacak keberadaan pelaku dan belum bisa memastikan motif pembunuhan warga Desa Dayah Tuha, Kecamatan Syamtalira Bayu, Aceh Utara itu.
“Kita telah mintai keterangan empat orang, semuanya tetangga korban. Tapi, dari keterangan mereka kita belum bisa ambil kesimpulan untuk menetapkan pelakunya dan motif pembunuhan tersebut,” ujar Kapolres Lhokseumawe, AKBP Joko Surachmanto, melalui Kasat Reskrim AKP Supriadi MH menjawab Serambi, Rabu (19/6).
Ditanya apakah ada barang milik korban yang hilang setelah dibunuh, Supraidi mengaku juga belum bisa memastikan hal itu. Pasalnya, selama ini korban tinggal sendiri di rumah dan kondisi ekonominya juga serbaminim. “Tapi, kami akan terus kembangkan kasus ini untuk mengetahui siapa pembunuhnya,” demikian Supriadi.
Tentang isu yang beredar bahwa pembunuh korban adalah teman sekamarnya, sejauh ini belum ada konfirmasi dari pihak kepolisian. AKP Supriadi masih tetap pada keterangannya di awal bahwa Abdullah yang berstatus duda tinggal sendirian di rumah itu, tanpa teman.
Seperti diberitakan kemarin, Abdullah bin Muid, nelayan asal Desa Dayah Tuha, Kecamatan Syamtalira Bayu, Aceh Utara, dibantai hingga tewas di atas kasur kamar tidurnya, Selasa (18/6) sekitar pukul 12.00 WIB. Korban mengalami sejumlah luka tusuk di punggung dan di dada kirinya. (bah)