Jumat, 10 April 2026

PA Memang Sudah Retak

Kekhawatiran Pengurus Dewan Pimpinan Aceh Partai Aceh (DPA-PA) tentang akan terciptanya kubu-kubu

Editor: bakri

BANDA ACEH - Kekhawatiran Pengurus Dewan Pimpinan Aceh Partai Aceh (DPA-PA) tentang akan terciptanya kubu-kubu di internal partai-- bahkan PA bisa retak--jika tokoh-tokoh eks GAM maju ke Pilkada 2017 lewat jalur independen, ditanggapi oleh Zakaria Saman, unsur Tuha Peuet PA.

“Jika PA retak, itu urusan mereka, bukan urusan saya,” kata Zakaria Saman menanggapi pernyataan yang disampaikan Sekjen DPA-PA, Mukhlis Basyah yang menyayangkan adanya tokoh eks GAM (Zakaria Saman) yang akan maju pada Pilkada 2017 melalui jalur independen. “Jika benar ada tokoh eks GAM yang akan maju melalui jalur independen, sangat kita sayangkan karena pasti akan terciptanya kubu-kubu di internal Partai Aceh. Jika pun maju, sebaiknya dibahas di internal partai untuk mencari solusi yang baik,” kata Mukhlis Basyah terkait informasi akan bertarungnya Zakaria Saman di Pilkada 2017 lewat jalur independen.

Zakaria Saman yang akrab disapa Apa Karya kepada Serambi, Minggu (26/7) mengatakan, jika internal PA benar-benar retak atau pecah gara-gara keinginannya untuk maju ke Pilkada 2017 lewat jalur independen, hal itu jangan pernah disangkutpautkan dengan dirinya. “Jika PA retak, itu urusan mereka, bukan urusan saya. PA memang sudah retak sejak pemilu legislatif dan pemilu presiden kemarin karena mereka menggandeng salah satu partai nasional. Nah, itu apa tidak salah?,” ujar Apa Karya.

Menurut Apa Karya, keinginan dirinya maju sebagai calon Gubernur Aceh lewat jalur independen adalah hak dirinya yang tidak bisa dilarang oleh siapapun. Bahkan, tegas Apa Karya, ia pun tidak harus meminta izin kepada internal Partai Aceh. “Ini hak saya pribadi, saya juga tidak mesti minta izin kepada mereka. Yang harus diketahui, mereka itu di bawah kontrol saya, sebab secara AD/ART partai, saya punya kuasa, tapi saat ini saya tidak dihargai dan tidak dianggap,” sebutnya seraya menambahkan, dulu jabatannya dianggap sebagai formalitas saja. “Awai dipeugah loen tuha keu gura-gura, tuha keu peusijeuk-pesijuek. (Mereka bilang jabatan saya sebagai orang tua untuk asal ada saja, untuk tugas-tugas adat tepung tawar),” kata Apa Karya.

Seperti diketahui, Apa Karya saat ini memang sangat getol berbicara ke media tentang keinginannya untuk maju ke pilkada melalui jalur independen. Mantan Menteri Pertahanan GAM itu meyakini, jalur independen akan mewakili semua aspirasi rakyat Aceh tanpa memandang kepentingan kelompok mana pun. “Saya ingin mempersatukan orang Aceh, makanya saya maju dengan independen. Saya memang tidak ingin maju dengan PA, karena saya bisa menilai sendiri dan banyak yang menyarankan saya begitu,” sebutnya.

Disinggung keinginannya tersebut menyalahi aturan yang pernah diultimatum Partai Aceh pada Pilkada 2012 (menentang jalur independen), Apa Karya menjawab persoalan tersebut memang diputuskan saat itu. Namun menurutnya, Mahkamah Konstitusi (MK) kala itu menerima permintaan PA, tapi bukan melarang. “Ujung-ujungnya saat itu tetap ada calon yang maju melalui jalur perseorangan. Situasi politik kan bisa berubah-ubah sesuai keadaan. Saat ini jalur independen lah yang mewakili seluruh rakyat Aceh,” tandas Apa Karya.

Untuk pilkada mendatang, lanjutnya, serahkan kepada masyarakat Aceh. Biarkan masyarakat yang menentukan siapa yang akan menjadi Gubernur Aceh ke depan. Masyarakat Aceh saat ini, menurut Apa Karya tentu sudah pandai, bisa melihat sendiri dengan apa yang sudah diberikan oleh Partai Aceh selaku partai penguasa di Aceh.

“Bukan PA yang jelek, tapi pengurusnya yang tidak sesuai lagi. PA tetap mulia, asal PA dari GAM, asal GAM dari pengorbanan masyarakat Aceh. Jadi biarkan masyarakat yang memilih, kita lihat saja hasilnya nanti. Saat ini saya masih tetap dengan pendirian saya, maju dengan jalur independen. Masalah partai pecah, memang sudah dari kemarin sudah begitu, gimana kita maju dengan PA kalau PA sendiri sudah tak beres lagi,” pungkas Zakaria Saman. (sb)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved