Jumat, 1 Mei 2026

Puluhan Ha Sawit Dirusak Gajah

Kawanan gajah yang diperkirakan berjumlah 28 ekor kembali memasuki perkebunan dan pemukiman

Tayang:
Editor: bakri
Sekor gajah yang belum diketahui jenis kelaminnya ditemukan warga sudah mati di Dusun Sumedang Jaya, Gampong Seumanah Jaya, Kecamatan Ranto Peureulak, Aceh Timur, Jumat (13/11). 

IDI - Kawanan gajah yang diperkirakan berjumlah 28 ekor kembali memasuki perkebunan dan pemukiman Simpang I Gampong Bunin, Kecamatan Serba Jadi, Aceh Timur. Eksesnya, satu rumah milik Selimen rusak, satu ton gabah dalam rumah itu ludes disantap gajah, dan puluhan hektare (Ha) sawit produktif dirusak satwa dilindungi itu.

Tokoh masyarakat Serba Jadi, Bukhari Muslim kepada Serambi, kemarin, mengatakan kawanan gajah itu selalu berpindah-pindah dari Kecamatan Serbajadi, Simpang Jernih, Birem Bayeun, dan Peunaron.

Karena itu, ia minta Pemkab Aceh Timur dan BKSDA Aceh segera menurunkan gajah jinak untuk menggiring kawanan gajah liar itu ke lokasi penggembalaan. “Kami juga berharap pembangunan conservation respons unit (CRU) di Gampong Bunin diselesaikan secepatnya. Sehingga konflik gajah dan manusia dapat segera dapat diatasi,” pungkas Bukhari.

Sementara itu, Tgk Tarmizi (46), Ketua Tuha Peut Gampong Seumanah Jaya, Kecamatan Ranto Peureulak, Aceh Timur meminta Pemkab setempat dan instansi terkait segera menggiring kawanan gajah liar yang masih berada di kawasan gampong tersebut ke lokasi penggembalaan di Gampong Bunin. Sebab, menurutnya, warga tak sanggup lagi menghadapi kawanan gajah terus merusak tanaman di kawasan itu.

Tarmizi juga mengingatkan pemerintah agar tak mengambil tindakan hukum kepada warga Seumanah Jaya jika ditemukan gajah mati di desa itu. “Karena dari pihak terkait belum ada solusi terhadap masalah itu, maka warga berusaha menggiringnya dengan cara tradisional. Bisa saja warga meracun atau menombak gajah yang kerap merusak tanaman, ujarnya.

“Saat satu gajah mati, pemerintah langsung meresponsnya. Tapi, bartahun-tahun gajah merusak tanaman warga, pemerintah sangat lamban mengatasinya,” ungkap Tarmizi.

Kepala BKSDA Aceh, Genman Hasibuan saat diminta tanggapan soal desak warga agar pihaknya segera menggiring gajah ke luar permukiman, kemarin, mengatakan, pihaknya kini sedang menyiapkan tim yang akan menggiring gajah keluar dari Gampong Seumanah Jaya. Ia juga berharap masyarakat dalam mengatasi konflik dengan gajah tidak melakukan cara-cara yang melanggar hukum.

Jumlah gajah yang mati di wilayah Aceh Timur terus bertambah. Seperti pada Jumat 913/11), satu ekor po meurah--nama lain untuk gajah--yang belum diketahui jenis kelaminnya ditemukan mati oleh warga di Dusun Sumedang Jaya, Gampong Seumanah Jaya, Kecamatan Ranto Peureulak, Aceh Timur.

“Gajah itu kami temukan mati dengan kondisi membusuk di perbatasan kebun warga dengan kebun sawit milik PT Dwi Kencana Semesta,” ungkap Pulau (30), warga Dusun Sumedang Jaya, kepada Serambi, kemarin.

Dikatakan, warga tak tahu penyebab kematian gajah tersebut. “Tapi, kami perkirakan gajah itu mati sejak dua minggu lalu karena sudah membusuk,” ungkap Pulau.

Warga lainnya menyebutkan, di Dusun Sumedang Jaya sejak tahun 2007 hingga 2015 diperkirakan lima bangkai gajah yang tinggal tulang belulangnya. Sedangkan di Dusun Blang Gadeng, tak kurang dari 12 bangkai gajah yang tinggal tulang belulang juga ditemukan warga.

Sebelumnya, Rabu (11/11) juga ditemukan satu ekor gajah betina mati di areal afdeling V perusahaan perkebunan sawit swasta milik PT Atakan Company, di Dusun Alue Canang, Kecamatan Ranto Peureulak, Aceh Timur. Gajah betina itu diduga mati karena tersengat listrik. Namun penyebab pastinya tim BKSDA Aceh telah melakukan otopsi.

Warga Gampong Seumanah Jaya juga mengatakan, hingga Jumat (13/11) kawanan gajah masih berada di afdeling III areal perusahaan perkebunan sawit milik PT Atakana Company termasuk berkeliaran di perkebunan warga yang bersebelahan dengan perkebunan swasta tersebut.(c49)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved