Senin, 8 Juni 2026

Salam

Aceh Butuh Banyak Ruang Terbuka Hijau

Di halaman Kutaraja Harian Serambi Indonesia kemarin tersaji berita bahwa sejumlah pihak menanam

Tayang:
Editor: bakri

Di halaman Kutaraja Harian Serambi Indonesia kemarin tersaji berita bahwa sejumlah pihak menanam ratusan pohon pinus laut di pinggir pantai Kampung Jawa dan membersihkan sampah yang ada di bibir pantai dari Ulee Lheue hingga Kampung Pande. Aksi tersebut diakhiri dengan memberikan bantuan tong sampah kepada masyarakat yang berada di pinggir pantai Banda Aceh.

Aksi peduli lingkungan itu dilaksanakan dalam rangka Peringatan Hari Bumi tahun 2016. Pihak yang terlibat pun cukup ramai. Mulai dari Badan Pengendalian Dampak Lingkungan (Bapedal) Aceh, Pemerintah Kota Banda Aceh, DPRA, General Manajer PLN Wilayah Aceh, Kantor Pos Aceh, Direktur Utama BPR Artha Graha, Kodim dan Polresta Banda Aceh, Polsek, Danramil, Camat Kuta Raja, LSM Peduli Lingkungan, tak terkecuali masyarakat Desa Kampung Jawa, Kampung Pande, dan nelayan Lampulo.

Kita pantas memberi apresiasi terhadap aksi ini, karena langsung berdampak positif terhadap lingkungan hidup, khususnya kawasan pinggir pantai yang biasanya gersang jika tak sengaja dihijaukan.

Kita juga salut karena pihak pemrakarsa--Bapedal Aceh dan Pemko Banda Aceh--berhasil mengajak banyak pihak untuk ikut dalam aksi penghijauan kawasan pantai tersebut.

Sebagaimana kita tahu, pantai di Banda Aceh dan kabupaten/kota lainnya yang terkena tsunami umumnya tandus dan gersang, karena hampir semua pohonnya tumbang atau mati meranggas. Oleh karena itu, aksi-aksi bersama yang melibatkan banyak pihak untuk melakukan penghijauan atau reboisasi kawasan pantai harus terus digalang dan dijadikan agenda tetap.

Banda Aceh dan hampir seluruh kabupaten/kota di Aceh semakin membutuhkan ruang terbuka hijau (RTH) agar lebih teduh, adem, dan asri, sehingga suhu harian di musim kemarau yang biasanya terasa sangat panas, bisa lebih sejuk dan nyaman. Kebutuhan akan RTH ini semakin mendesak, mengingat dalam 80 tahun terakhir suhu udara di Aceh rata-rata naik 3 derajat Celcius dari sebelumnya.

Selain berupaya memperbanyak RTH untuk menghadirkan kesejukan dan kenyamanan, kebersihan lingkungan, tak terkecuali di bibir pantai, juga harus senantiasa terjaga. Itulah sebab, mengapa selain Hari Bumi yang harus kita peringati dengan aksi nyata setiap tahun, kita juga perlu memperingati Hari Sampah Sedunia yang jatuh pada setiap tanggal 28 Februari. Melalui Hari Sampah kita perangi dan kurangi sampah, terutama sampah plastik yang tak bisa terurai secara alamiah.

Penghijauan maupun aksi bersih-bersih secara beramai-ramai harus terus kita galakkan. Tentu saja tak cukup jika aksi tersebut dilakukan hanya sekali dalam setahun, mengingat lingkungan yang hijau, asri, bersih, dan sehat setiap saat kita butuhkan. Islam bahkan mengajarkan bahwa kebersihan itu sebagian daripada iman. Nah, mari melalui aksi penghijauan dan bersih-bersih kita tunjukkan bahwa kita orang yang cinta hidup sehat dan hidup bersih, di samping taat menjalankan syariat.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved