SerambiIndonesia/

Aceh Masih Termiskin Kedua di Sumatera

Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh merilis profil kemiskinan di daerah ini Maret 2016

* Setelah Bengkulu

BANDA ACEH - Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh merilis profil kemiskinan di daerah ini Maret 2016. Dari data tersebut menunjukkan persentase angka kemiskinan di Aceh hingga Maret 2016 tertinggi kedua (16,73 persen) di Pulau Sumatera, setelah Bengkulu (17,32 persen). Peringkat kemiskinan kedua provinsi ini masih sama seperti periode Januari-September 2015.

Kepala BPS Aceh, Wahyudin, mengungkapkan Aceh masih termiskin kedua di Sumatera dalam konferensi pers di Kantor BPS Banda Aceh, Senin (18/7).

“Dari data-data pendukung, terlihat indeks keparahan dan kedalaman kemiskinan Aceh masih tinggi. Artinya apa, saya bisa melihat bahwa penduduk miskin di Aceh ini masih terdapat kesenjangannya cukup tinggi dengan penduduk kaya,” ucapnya.

Wahyudin mengatakan persentase kemiskinan ini harus mendapat perhatian serius dari pemimpin di Aceh. “Artinya Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD) harus bekerja optimal guna menurunkan angka kemiskinan yang terjadi di provinsi ini,” sebut Wahyudin.

Untuk menurunkan angka kemiskinan ini, BPS menawarkan agar Pemerintah Aceh memberi bantuan melalui program kerja, termasuk modal padat karya yang dapat menghasilkan uang bagi masyarakat yang masih miskin.

“Jika program tersebut sudah direncanakan maka harus segera direalisasikan dan kalau sudah berjalan, maka harus lebih dioptimalkan pelaksanaannya di lapangan. Kami juga siap memberikan masukan dan duduk bersama dengan TKPKD guna menurunkan angka kemiskinan di Aceh,” imbuhnya.

Adapun komoditi makanan tambah Wahyudin, merupakan andil besar terhadap garis kemiskinan dibandingkan peranan komoditi bukan makanan (perumahan, sandang, pendidikan dan kesehatan).

“Kita berharap agar Pemerintah Aceh dapat bekerja optimal dengan merealiasikan berbagai program peningkatan ekonomi masyarakat sehingga upaya menurunkan angka kemiskinan akan tercapai di masa mendatang,” paparnya.

Kepala BPS Aceh, Wahyudin, juga mengatakan secara biografi, kemiskinan di Aceh lebih besar di pedesaan dibandingkan di perkotaan. Menurut Wahyudin, indikasinya di wilayah perkotaan relatif lebih mudah untuk memperolah kebutuhan sehari-hari, seperti sandang, kesehatan melalui klinik-klinik kesehatan. “Tapi misalnya di desa paling ada puskesmas atau pustu, itupun jauh dari rumah-rumah penduduk,” demikian Wahyudin. (avi)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help