SerambiIndonesia/

Empat Anggota DPRA Diusul PAW

Sebanyak empat anggota DPRA dari empat partai, diusul Pergantian Antarwaktu (PAW) ke pimpinan DPRA

Empat Anggota DPRA Diusul PAW

BANDA ACEH - Sebanyak empat anggota DPRA dari empat partai, diusul Pergantian Antarwaktu (PAW) ke pimpinan DPRA. Keempat anggota DPRA itu adalah Darwati A Gani (PNA), Hj Fauziah HM Daud (Golkar), Makhyaruddin Yusuf (PKS), dan Adam Mukhlis (PA).

Darwati A Gani mengundurkan diri dari DPRA dengan alasan ingin lebih fokus mendampingi suaminya, Irwandi Yusuf yang menjadi Gubernur Aceh periode 2017-2022. Menurut Sekretaris DPP PNA, Miswar Fuady, surat pengunduran diri diajukan Darwati pada 30 Maret 2017 dan direspons oleh DPP PNA pada 10 Arpil 2017.

Dalam berkas PAW yang telah diusulkan, posisi Darwati A Gani diganti oleh Irwansyah, peraih suara terbanyak di Dapil 1 (Banda Aceh, Sabang, dan Aceh Besar) setelah Darwati pada Pemilu legislatif tahun 2014.

Miswar yang dihubungi Serambi, tadi malam, mengungkapkan, berkas PAW Darwati A Gani sudah diajukan DPP PNA pada 19 April 2017. “Intinya kita menyetejui dan mengucapkan terima kasih atas pengabdian Bu Darwati selama ini. Berkas PAW-nya juga sudah kita ajukan, saya cek terakhir tidak ada masalah lagi, berkasnya sudah di Kemendagri, tinggal kita tunggul saja,” kata Miswar.

Hal yang sama juga dilakukan Hj Fauziah HM Daud. Anggota Komisi IV ini memilih mundur dari DPRA, karena ingin mendampingi suaminya, H Saifannur yang terpilih sebagai Bupati Bireuen pada Pilkada 2017.

Menurut Ketua DPD I Golkar Aceh, TM Nurlif, dalam berkas PAW, pihaknya mengusulkan S Dahlawi sebagai pengganti Fauziah. “Ini sesuai dengan peraturan perudangan-undangan, kemudian memperhatikan pertimbangan dari DPD II dan mengacu pada data KIP, yang menggantikannya adalah S Dahlawi, yang memperoleh suara terbanyak kedua setelah Fauziah,” kata TM Nurlif.

Nurlif juga mengapresiasi Fauziah, karena memilih untuk mendampingi suami sebagai Bupati Bireuen ke depan, guna mewujudkan visi dan misi serta program yang disampaikan Saifannur saat kampanye. “Bu Fauziah yang cukup berpengalaman di DPRA, kami rasa siap mendukung tugas dan tanggung jawab suami sebagai Bupati Bireuen ke depan. Sedangkan tugas di DPRA akan dilanjutkan oleh penggantinya,” kata TM Nurlif.

Jika Darwati A Gani dan Fauziah HM Daud mengundurkan diri karena ingin mendampingi suami yang telah terpilih sebagai gubernur dan bupati, berbeda dengan Makhyaruddin Yusuf, anggota DPRA dari Fraksi PKS. Ia memilih mundur karena ingin lebih fokus melaksanakan tugas-tugas internal kepartaian pada lembaga pendidikan dan dakwah serta lebih fokus pada lembaga kemanusiaan dan sosial kemasyarakatan.

Tiga hal tersebut menjadi alasan utama pengunduran diri Makhyaruddin Yusuf, hingga partai harus melakukan PAW terhadap dirinya. Alasan itu tertulis dalam surat pengunduran diri yang diajukan Mahkyaruddin ke Ketua DPW PKS Aceh, Ghufran Zainal Abidin pada 13 Maret 2017. Serambi juga memperoleh salinan surat tersebut dari Ghufran Zainal Abidin.

“Pengganti yang sudah kita usulkan adalah Muslim Daud, peraih suara terbanyak ketiga setelah Makhyaruddin Yusuf, karena suara terbanyak kedua yakni Tgk Insyafuddin terpilih sebagai Wakil Bupati Aceh Tamiang,” kata Ghufran Zainal Abidin.

Terakhir, anggota DPRA yang di-PAW adalah Adam Mukhlis, anggota dewan dari Fraksi PA yang terpilih dari Dapil 4 Aceh Tengah dan Bener Meriah. Info yang dihimpun Serambi, Adam Mukhlis akan digantikan oleh Adly Tjalok bin Ibrahim, peraih suara terbanyak kedua setelah Adam Mukhlis pada Pileg 2014. Belum diketahui apa penyebab politisi PA ini di-PAW dari DPRA.

Juru Bicara PA, Adi Laweueng yang dihubungi Serambi tadi malam, tidak begitu detail memberi keterangan terkait hal itu. “Saya belum bisa kasih keterangan lebih jauh, saya harus menghadap pimpinan partai dulu,” pungkas Adi Laweueng, singkat.

Kepala Biro (Karo) Tata Pemerintahan Setda Aceh, Frans Dellian MSi yang dikonfirmasi Serambi, membenarkan ada berkas PAW DPRA yang sudah masuk ke pihaknya.

“Yang telah masuk resmi ke kita berkas PAW Darwati A Gani dan Makhyaruddin Yusuf. Untuk yang nomor satu sudah di Kemendagri, yang satu lagi belum lengkap berkas, jadi belum kita kirim. Sedangkan yang lain secara resmi usulannya belum masuk ke kita,” demikian Frans Dellian.(dan)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help